Ainesia
Startup & Bisnis AI

Enflame Melesat 188%: Apa Artinya untuk Pasar Chip AI Asia?

Startup chip AI asal Tiongkok, Enflame, melonjak 188% di hari perdana IPO. Tapi kenaikan spektakuler ini bukan hanya euforia pasar—melainkan sinyal tajam tentang perubahan dalam rantai pasok semikonduktor global.

(11 September 2026)
4 menit baca
Enflame Tech Office: Enflame Melesat 188%: Apa Artinya untuk Pasar Chip AI Asia?
Ilustrasi Enflame Melesat 188%: Apa Artinya untuk Pasar Chip AI Asia?.

Bagaimana sebuah perusahaan yang belum pernah menghasilkan satu pun chip komersial untuk pasar umum bisa langsung melesat 188% di hari pertama pencatatan sahamnya?

Startup Tanpa Produk Jualan, Tapi Diburu Investor

Jawabannya terletak pada dua hal: kepercayaan strategis dan ketakutan struktural. Enflame Technology—startup berbasis di Beijing yang didukung Tencent—tidak menjual prosesor generik. Ia fokus membangun chip khusus untuk pelatihan model kecerdasan buatan skala besar, terutama untuk data center. Yang mengejutkan, menurut TechInAsia, perusahaan ini berhasil mengumpulkan 6,1 miliar yuan (sekitar US$913 juta) dari penjualan 43,04 juta saham dalam IPO-nya di Shanghai Stock Exchange. Tidak ada laporan publik yang menyebut Enflame telah mengirimkan chip ke pelanggan komersial dalam volume signifikan. Namun, investor bersedia membayar premi tinggi karena mereka membeli bukan produk, melainkan posisi dalam ekosistem teknologi yang sedang diperebutkan habis-habisan.

Ini bukan kasus unik. Di Tiongkok, pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 150 miliar yuan dalam program 'Big Fund' fase kedua untuk semikonduktor—termasuk dukungan eksplisit bagi startup chip AI seperti Enflame, Cambricon, dan Horizon Robotics. Tekanan geopolitik juga berperan: larangan AS terhadap ekspor chip NVIDIA A100 dan H100 ke Tiongkok sejak 2022 memaksa raksasa teknologi lokal mencari alternatif domestik—meski masih dalam tahap pengembangan.

Baca juga: Ant International, Mastercard, Visa Bentuk Kerangka AI Agent Bersama

Kenapa Tencent Memilih Enflame, Bukan Membangun Sendiri?

Tencent tidak hanya menjadi investor; ia adalah salah satu pelanggan awal dan mitra integrasi utama Enflame. Platform cloud Tencent Cloud telah menguji chip DeepXplorer milik Enflame dalam skenario pelatihan model bahasa besar (LLM), meskipun belum ada pengumuman resmi soal deployment komersial penuh. Keputusan Tencent mengandalkan startup eksternal—bukan mengembangkan chip internal seperti Alibaba dengan Pingtouge atau Baidu dengan Kunlun—mengungkap strategi berbeda: alih-alih membangun kapabilitas vertikal penuh, Tencent memilih mempercepat waktu ke pasar lewat akuisisi teknologi cepat dan kolaborasi teknis intensif.

Dilansir TechInAsia, Enflame menggunakan arsitektur chip berbasis RISC-V yang dimodifikasi, bukan x86 atau ARM. Ini bukan hanya pilihan teknis—melainkan langkah geopolitik terselubung. Arsitektur RISC-V bersifat open-source dan bebas lisensi, sehingga mengurangi ketergantungan pada ekosistem AS. Namun, tantangannya nyata: ekosistem perangkat lunak untuk RISC-V dalam konteks AI training masih sangat tipis. Enflame harus membangun compiler, driver, dan framework optimasi sendiri—dan itu butuh waktu, tenaga, serta uji coba berulang dengan klien seperti Tencent.

Baca juga: Ethereum Targetkan Tahan Serangan Kuantum pada Desember 2029

pasar global mulai merasakan efek domino dari lonjakan ini. Pada Q1 2024, pangsa pasar chip AI untuk data center di Tiongkok naik menjadi 27%, naik dari 19% di akhir 2022—menurut laporan IDC. Angka ini tidak termasuk chip yang dikembangkan secara internal oleh raksasa teknologi, melainkan hanya chip dari vendor independen seperti Enflame. Artinya, meski belum masuk daftar vendor resmi di banyak pusat data global, Enflame sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi kedaulatan teknologi Tiongkok.

Bagi industri di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dampaknya tidak langsung—namun nyata. Saat Tencent Cloud memperluas layanan AI-nya ke wilayah ini, infrastruktur yang mendasarinya semakin bergeser dari chip AS ke chip Tiongkok. Ini berarti developer lokal yang mengandalkan platform cloud tersebut akan secara tidak sadar beradaptasi dengan toolchain, API, dan batasan teknis yang dirancang khusus untuk arsitektur Enflame—bukan NVIDIA CUDA. Perubahan ini tidak memerlukan keputusan strategis dari perusahaan Indonesia, tapi terjadi otomatis melalui pilihan infrastruktur cloud yang mereka gunakan.

Ilustrasi server rack dengan chip RISC-V berlabel 'Enflame DeepXplorer' dan logo Tencent Cloud di latar belakang
Ilustrasi: Ilustrasi server rack dengan chip RISC-V berlabel 'Enflame DeepXplorer' dan logo Tencent Cloud di latar belakang

Rangkuman dampak langsung dari kenaikan 188% Enflame adalah tiga hal konkret: pertama, modal segar sebesar 6,1 miliar yuan akan mempercepat produksi massal chip DeepXplorer V3 dan pengembangan generasi berikutnya; kedua, kemenangan IPO ini memperkuat legitimasi arsitektur RISC-V sebagai alternatif serius dalam komputasi AI berat. Ketiga, dan paling penting, ia mempercepat adopsi paksa ekosistem baru oleh developer Asia—bukan karena pilihan teknis, melainkan karena ketersediaan infrastruktur cloud yang semakin bergeser ke platform berbasis chip domestik Tiongkok.

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar

Enflame Melesat 188%: Dampak Langsung untuk Ekosistem Chip AI Asia - Ainesia