Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

NVIDIA DLSS 5 Janji Kualitas Fotorealistik Musim Gugur Ini

NVIDIA unveils DLSS 5 dengan klaim grafis fotorealistik menggunakan AI. Demo GTC 2026 tunjukkan detail halus namun butuh hardware kuat.

(2 jam yang lalu)
4 menit baca
DLSS 5 comparison in game: NVIDIA DLSS 5 Janji Kualitas Fotorealistik Musim Gugur Ini
Ilustrasi NVIDIA DLSS 5 Janji Kualitas Fotorealistik Musim Gugur Ini.
IKLAN

Mungkinkah batas antara kualitas grafis film Hollywood dan permainan video benar-benar hilang dalam waktu dekat? NVIDIA sepertinya yakin mereka memegang kunci jawaban tersebut melalui teknologi terbaru yang baru saja mereka umumkan kepada publik global. Perusahaan grafis raksasa itu memperkenalkan DLSS 5 sebagai iterasi berikutnya dari teknologi upscaling andalan mereka yang sudah lama dinanti komunitas gamer. Teknologi ini dijadwalkan hadir pada musim gugur tahun ini untuk mengubah cara kita melihat rendering digital.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa bulan setelah mereka memperkenalkan DLSS 4.5 pada ajang CES lalu, menunjukkan percepatan inovasi yang cukup agresif di pasar hardware. Fokus utama kali ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan yang lebih mendalam untuk menciptakan kualitas visual yang belum pernah ada sebelumnya di industri game. Mereka mengklaim sistem ini mampu menyuntikkan pencahayaan dan material fotorealistik ke dalam setiap piksel secara real-time menggunakan model rendering neural.

Demonstrasi Langsung di GTC 2026

CEO Jensen Huang memperlihatkan kemampuan teknologi ini langsung di atas panggung keynote GTC 2026 dengan sangat percaya diri di depan ribuan pengunjung. Ia menggunakan tiga judul permainan berbeda untuk menunjukkan potensi nyata dari mesin rendering neural tersebut kepada para hadirin yang antusias. Judul yang ditampilkan meliputi Resident Evil: Requiem, Hogwarts Legacy, dan Starfield sebagai representasi genre yang beragam dalam ekosistem permainan modern.

Baca juga: Diskon Besar Amazon Echo: Harga Turun Hingga $50 untuk Perangkat Terbaru

Pengamat bisa melihat penambahan detail yang signifikan pada tekstur rambut serta warna kulit karakter dalam demo tersebut yang tampak sangat hidup dan natural. Namun, ada pertanyaan mengenai standar pembandingan yang digunakan dalam presentasi itu untuk mengukur peningkatan kualitas secara adil bagi konsumen. Tampaknya visual DLSS 5 dibandingkan dengan kondisi permainan tanpa fitur DLSS sama sekali, bukan melawan DLSS 4.5 dengan path tracing sehingga sulit mengukur lonjakan performa sebenarnya. Ketidakjelasan ini menyisakan ruang tanya bagi mereka yang menunggu bukti nyata peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya.

Ilustrasi perbandingan grafis game dengan teknologi upscaling AI menunjukkan detail tekstur kulit dan pencahayaan yang lebih tajam
Ilustrasi: Ilustrasi perbandingan grafis game dengan teknologi upscaling AI menunjukkan detail tekstur kulit dan pencahayaan yang lebih tajam

Tuntutan Hardware dan Klaim Besar

NVIDIA menjelaskan bahwa DLSS 5 mengambil vektor warna dan gerakan untuk setiap bingkai sebagai masukan data utama sistem pemrosesan grafis. Model AI kemudian memproses informasi itu agar tetap konsisten dari satu bingkai ke bingkai lainnya tanpa menghasilkan artefak visual yang mengganggu. Teknologi ini dirancang untuk berjalan secara real-time dengan resolusi hingga 4K yang menjadi standar industri saat ini untuk monitor kelas atas.

Meski terdengar menjanjikan, demonstrasi Huang menggunakan sistem yang dilengkapi dua kartu grafis RTX 5090 untuk mencapai performa maksimal tersebut. Perusahaan menyebutkan bahwa fitur ini nantinya bisa berjalan pada satu kartu video tunggal dengan kekuatan pemrosesan hampir setara dua unit RTX 5090 yang digabungkan. Huang menggambarkan langkah ini sebagai upaya memberikan kualitas setara Hollywood tanpa butuh daya komputasi studio film yang mahal, mirip model video AI generatif yang dikontrol pengembang.

Baca juga: Cara Menemukan dan Membatalkan Langganan yang Tidak Terpakai

NVIDIA tidak ragu menyebut ini sebagai terobosan terbesar dalam grafis komputer sejak ray tracing real-time hadir pada 2018 lalu. Klaim ini cukup berani mengingat adopsi ray tracing sendiri masih belum menjadi standar utama bagi banyak gamer hingga saat ini karena tuntutan hardware tinggi. Menarik untuk melihat apakah gamer akan tertarik dengan piksel buatan AI ini di masa depan, sementara NVIDIA menyatakan dalam postingan blog mereka bahwa "DLSS 5 takes a game's color and motion vectors for each frame as input, and uses an AI model to infuse the scene with photoreal lighting and materials that are anchored to source 3D content and consistent from frame to frame." Artikel asli dari Engadget menyoroti bahwa masih perlu dibuktikan apakah ada minat nyata terhadap piksel yang diproduksi AI ini di pasar luas.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN