Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Epic Games dan Google Sepakat Istilah Aplikasi Metaverse

Dokumen hukum terbaru mengungkapkan kesepakatan Epic Games dan Google mengenai kelas aplikasi baru bernama metaverse browsers.

(4 Maret 2026)
3 menit baca
Man in suit and glasses: Epic Games dan Google Sepakat Istilah Aplikasi Metaverse
Ilustrasi Epic Games dan Google Sepakat Istilah Aplikasi Metaverse.
IKLAN

Apakah konsep metaverse benar-benar sudah mati di industri teknologi global saat ini? Pertanyaan kritis ini muncul seiring banyak perusahaan besar beralih fokus utama ke pengembangan kecerdasan buatan secara masif. Namun, dokumen hukum terbaru membantah anggapan bahwa dunia virtual tiga dimensi telah ditinggalkan sepenuhnya oleh para pemegang kendali industri.

Epic Games dan Google resmi mengubur permusuhan mereka melalui sebuah kesepakatan khusus yang mengikat secara hukum antara kedua pihak. Dokumen yang dirilis hari ini mengungkapkan bahwa kedua raksasa teknologi tersebut tidak hanya sepakat mengenai perubahan pada toko aplikasi. Mereka juga menyetujui istilah resmi untuk kelas aplikasi baru yang disebut "metaverse browsers" dalam kontrak kerjasama mereka. Ketentuan penting ini tercantum dalam bagian yang banyak disensor pada lembar persyaratan mengikat yang direvisi oleh kedua belah pihak.

Definisi Baru seiring Perubahan Tren

Istilah metaverse memang sudah banyak ditinggalkan oleh sebagian pelaku industri teknologi utama dalam beberapa waktu terakhir secara signifikan. Mark Zuckerberg, misalnya, kini menunjukkan minat yang jauh lebih besar terhadap pengembangan teknologi AI dibandingkan dunia virtual. Meskipun demikian, kesepakatan ini menunjukkan bahwa kategori aplikasi tersebut masih memiliki tempat strategis dalam rencana korporasi besar. Hal ini menandakan bahwa nilai konsep tersebut belum hilang sepenuhnya di mata mitra strategis seperti Google.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Ilustrasi CEO Epic Games Tim Sweeney berbicara di depan audiens dengan latar belakang logo perusahaan
Ilustrasi: Ilustrasi CEO Epic Games Tim Sweeney berbicara di depan audiens dengan latar belakang logo perusahaan

Chief Executive Officer Epic Games, Tim Sweeney, telah berbicara selama bertahun-tahun tentang metaverse dan potensi jangka panjangnya bagi pengguna. Ia konsisten menjelaskan bagaimana konsep tersebut mungkin bekerja di masa depan meskipun tren pasar bergeser cepat ke arah lain. Konsistensi visi ini terlihat jelas dari klausul khusus yang dimasukkan dalam dokumen hukum bersama Google baru-baru ini. Sweeney tetap mempertahankan narasi ini di tengah gelombang perubahan fokus industri teknologi yang sangat dinamis.

Peran Fortnite dalam Ekosistem Virtual

Permainan Fortnite milik Epic sudah dianggap sebagai bagian dari metaverse oleh sebagian pihak pengamat industri teknologi. Hal ini tergantung pada bagaimana definisi konsep tersebut diterapkan dalam praktik nyata penggunaan aplikasi sehari-hari. Keberadaan game ini memperkuat posisi Epic sebagai pemain kunci dalam pengembangan aplikasi berbasis dunia virtual yang kompleks. Produk tersebut menjadi bukti nyata implementasi visi yang diperjuangkan oleh pimpinan perusahaan sejak lama.

Kesepakatan ini memberikan legitimasi resmi bagi kategori aplikasi peramban metaverse di platform sistem operasi Android. Langkah langsung yang terlihat adalah penyelarasan visi antara pengembang game dan penyedia sistem operasi mobile terbesar. Dampak utamanya adalah pembukaan jalan bagi jenis aplikasi baru yang sebelumnya belum memiliki klasifikasi jelas di toko digital. Kedua perusahaan kini memiliki dasar hukum yang sama untuk mengembangkan fitur tersebut tanpa hambatan regulasi internal.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Dikutip dari The Verge

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN