Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Amazon vs Perplexity: Pengadilan Blokir Browser AI

Pengadilan federal San Francisco memerintahkan Perplexity berhenti akses Amazon via Comet. Amazon menang sementara dalam sengketa bot belanja.

(4 hari yang lalu)
3 menit baca
Amazon logo: Amazon vs Perplexity: Pengadilan Blokir Browser AI
Ilustrasi Amazon vs Perplexity: Pengadilan Blokir Browser AI.
IKLAN

Seorang pengguna internet sedang bersiap menyelesaikan pembelian barang kebutuhan harian melalui bantuan agen kecerdasan buatan yang canggih. Ia mengira proses transaksi tersebut akan berjalan mulus karena izin akses telah diberikan pada level akun pribadi mereka. Namun, tiba-tiba akses tersebut terblokir oleh dinding hukum yang dibangun secara kokoh oleh pemilik platform belanja raksasa. Kejadian fiktif ini kini menjadi realita nyata bagi setiap pengguna browser Comet milik Perplexity.

Pengadilan federal di San Francisco baru saja memutuskan bahwa Perplexity harus segera menghentikan penggunaan agen AI pada browser mereka untuk transaksi di Amazon. Keputusan ini memberikan kemenangan sementara bagi Amazon dalam sengketa penggunaan bot belanja AI yang sedang hangat diperbincangkan. Pihak Perplexity kini memiliki waktu satu minggu penuh untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan tersebut. Jika gagal, mereka wajib menghentikan akses ke area sistem Amazon yang dilindungi kata sandi dengan segera.

Selain itu, perusahaan AI itu diperintahkan untuk memusnahkan salinan data Amazon yang mereka miliki sementara kedua pihak melanjutkan argumentasi hukum. Hakim Distrik Maxine Chesney menulis putusan yang menempatkan pemblokiran sementara ini dengan sangat tegas dan jelas karena alasan spesifik. Ia menyatakan Amazon telah menyediakan bukti kuat mengenai akses yang dilakukan Perplexity melalui browser Comet tanpa izin platform. Akses tersebut terjadi dengan izin pengguna Amazon namun tanpa otorisasi resmi dari Amazon sendiri sebagai pemilik sistem.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Pelanggaran Syarat Layanan Sejak November

Konflik ini sebenarnya telah memanas sejak beberapa bulan lalu sebelum masuk ke meja hijau pengadilan federal. Amazon mengirimkan surat cease-and-desist kepada Perplexity terkait bot belanja milik perusahaan AI tersebut pada November. Menurut Amazon, penggunaan agen Comet untuk melakukan pembelian merupakan pelanggaran serius terhadap syarat layanan mereka yang berlaku. Langkah ini menunjukkan keseriusan raksasa e-commerce dalam melindungi jaringan transaksi mereka dari pihak ketiga yang tidak diundang.

Ilustrasi ruang sidang pengadilan federal dengan dokumen hukum dan logo perusahaan teknologi di atas meja
Ilustrasi: Ilustrasi ruang sidang pengadilan federal dengan dokumen hukum dan logo perusahaan teknologi di atas meja

Perwakilan Amazon menyampaikan pernyataan resmi kepada Bloomberg terkait putusan awal ini yang keluar minggu ini kepada media. Mereka menilai injunction preliminer akan mencegah akses tidak sah Perplexity ke toko Amazon secara efektif dan menyeluruh bagi semua pengguna. Langkah ini dianggap penting untuk mempertahankan pengalaman belanja yang terpercaya bagi pelanggan Amazon di seluruh platform yang ada. Pernyataan ini menegaskan posisi Amazon sebagai penjaga gerbang utama marketplace mereka yang tidak bisa ditembus sembarangan oleh pihak luar.

Perplexity Tetap Berjuang untuk Pilihan Pengguna

Di tengah tekanan hukum, Perplexity tidak tinggal diam menerima keputusan pengadilan begitu saja tanpa perlawanan yang berarti. Seorang perwakilan dari Perplexity mengatakan bahwa mereka akan terus berjuang demi hak pengguna internet untuk memilih teknologi secara bebas. Mereka ingin pengguna bebas memilih kecerdasan buatan apa pun yang mereka inginkan minggu ini tanpa batasan dari perusahaan besar. Sikap ini menunjukkan ketegangan antara inovasi teknologi AI dan regulasi platform tradisional yang semakin ketat di pasar.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Salah satu syarat paling ketat dalam putusan ini adalah kewajiban pemusnahan data secara total dan permanen tanpa pengecualian sedikit pun. Perplexity harus menghancurkan salinan data Amazon yang mereka pegang jika tidak berhasil mengajukan banding dalam waktu satu minggu penuh. Tindakan destruktif ini jarang terlihat dalam sengketa teknologi biasa yang melibatkan perusahaan besar sejenis. Langkah tersebut memastikan tidak ada jejak data yang tertinggal selama proses hukum berlangsung antara kedua perusahaan teknologi.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN