Ainesia
Ainesia
IKLAN
Startup & Bisnis AI

Ant International dan CIMB Perkuat Pembayaran Lintas Batas Malaysia

Kemitraan strategis Ant International dengan CIMB mencakup Alipay+, Antom, dan Bettr Treasury untuk memuluskan transaksi lintas negara di Malaysia.

(26 Februari 2026)
3 menit baca
Business leaders signing MoU: Ant International dan CIMB Perkuat Pembayaran Lintas Batas Malaysia
Ilustrasi Ant International dan CIMB Perkuat Pembayaran Lintas Batas M.
IKLAN

Bagaimana sebuah kemitraan strategis dapat mengubah wajah transaksi keuangan bagi jutaan pelaku usaha yang beroperasi melintasi batas negara di Asia Tenggara? Pertanyaan ini menemukan jawabannya melalui langkah konkret yang diambil oleh Ant International bersama CIMB Group Holdings Berhad. Kedua raksasa keuangan ini resmi mengumumkan kolaborasi menyeluruh untuk memperkuat infrastruktur pembayaran lintas batas di Malaysia.

Kerja sama ini tidak hanya perjanjian dangkal, tapi juga integrasi mendalam yang menyentuh tiga pilar bisnis utama Ant International. Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan ekosistem Alipay+, solusi pemrosesan pembayaran global Antom, serta layanan manajemen kas perusahaan dari Bettr Treasury. Penggabungan ketiga lini bisnis ini bertujuan menciptakan jalur pembayaran yang lebih lancar, efisien, dan terjangkau bagi merchant serta konsumen di wilayah tersebut.

Integrasi Tiga Solusi Utama

Penggunaan Alipay+ dalam kemitraan ini memungkinkan merchant di Malaysia untuk menerima pembayaran dari berbagai dompet digital dan metode pembayaran populer di seluruh dunia. Teknologi ini menjembatani kesenjangan antara sistem pembayaran lokal dengan jaringan global, sehingga wisatawan asing atau pembeli lintas negara dapat bertransaksi tanpa hambatan teknis. CIMB bertindak sebagai mitra kunci yang menyediakan akses langsung ke basis nasabah perbankan mereka yang luas di Malaysia.

Baca juga: Moonshot AI Bidik Valuasi US$18 Miliar dalam Putaran Dana Baru

Selain itu, kehadiran Antom memberikan lapisan keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat dalam setiap proses transaksi. Mesin pemroses pembayaran ini dirancang untuk menangani volume transaksi tinggi dengan latensi rendah, memastikan uang berpindah tempat secara real-time. Sementara itu, Bettr Treasury masuk untuk membantu perusahaan mengelola likuiditas lintas mata uang dengan lebih cerdas, mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar yang sering merugikan bisnis internasional.

Ilustrasi grafis smartphone menampilkan aplikasi pembayaran digital dengan logo Alipay+ dan CIMB yang terhubung oleh garis data global di atas peta Asia Tenggara
Ilustrasi: Ilustrasi grafis smartphone menampilkan aplikasi pembayaran digital dengan logo Alipay+ dan CIMB yang terhubung oleh garis data global di atas peta Asia Tenggara

Langkah ini menegaskan posisi Malaysia sebagai hub keuangan digital yang semakin vital di kawasan. Dengan dukungan infrastruktur dari Ant International, CIMB berpotensi meningkatkan pendapatan fee-based income mereka dari segmen transaksi lintas negara. Efisiensi operasional yang dihasilkan juga diharapkan dapat menekan biaya transaksi akhir bagi pengguna jasa perbankan maupun pedagang kecil.

Dampak Bagi Ekosistem Digital Regional

Kolaborasi ini mencerminkan tren besar di mana institusi perbankan tradisional semakin erat merangkul penyedia teknologi finansial asal Tiongkok untuk memperluas jangkauan layanan. Sinergi antara kekuatan regulasi bank lokal dan kecanggihan teknologi platform global menjadi formula baru dalam kompetisi industri jasa keuangan modern. Nasabah kini menuntut kecepatan dan kemudahan yang hanya bisa dipenuhi melalui adopsi teknologi mutlak seperti yang ditawarkan Antom dan Alipay+.

Baca juga: Pelacak TechInAsia Soroti Pendanaan Teknologi India

Sejarah mencatat bahwa gelombang kemitraan serupa pernah terjadi pada awal dekade 2010-an, ketika kartu kredit internasional mulai masif bekerja sama dengan bank-bank lokal untuk menggeser dominasi transaksi tunai. Saat itu, integrasi jaringan Visa dan MasterCard dengan sistem perbankan domestik membuka era baru konsumsi modern di Asia Tenggara. Kini, pola yang sama terulang namun dengan skala yang lebih kompleks karena melibatkan dompet digital, kode QR, dan penyelesaian settlement instan antar mata uang yang berbeda.

Dikutip dari TechInAsia

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN