Perusahaan teknologi HP menyatakan pada Februari bahwa komponen RAM menyumbang sepertiga dari total biaya produksi PC mereka. Angka tersebut menggambarkan betapa kritisnya situasi kelangkaan memori yang sedang melanda industri elektronik global saat ini. Dampak gelombang kekurangan komponen tersebut kini merambat hingga ke rencana peluncuran perangkat keras terbaru dari Valve Corporation. Pengembang platform Steam tersebut kini menghadapi tantangan serius dalam merealisasikan target pengiriman produk baru mereka.
Valve merilis sebuah blog Year in Review yang merinci berbagai perubahan pada layanan Steam sepanjang tahun 2025. Dalam tulisan tersebut, perusahaan menyisipkan pembaruan minor mengenai rencana hardware yang cukup mengecewakan bagi konsumen. Siapa pun yang berharap untuk membeli Steam Machine, Steam Controller, atau Steam Frame pada 2026 mungkin harus bersabar lebih lama. Perusahaan secara resmi membuka kemungkinan bahwa perangkat keras baru mereka tidak akan terkirim sama sekali tahun ini.
Sikap Valve mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan pernyataan mereka beberapa bulan lalu. Pada Februari, Valve mengakui bahwa kelangkaan memori dan penyimpanan yang berkelanjutan telah menunda peluncuran hardware mereka. Meskipun saat itu mereka masih berkomitmen pada jendela waktu yang cukup luas untuk pengiriman produk. Mereka menegaskan tujuan pengiriman ketiga produk pada paruh pertama tahun tetap tidak berubah saat itu.
Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0
Perubahan Nada Komunikasi Valve
Namun, postingan terbaru perusahaan menunjukkan nada yang jauh kurang pasti dibandingkan sebelumnya. Valve menulis dalam postingan Year in Review mereka bahwa mereka berharap dapat mengirim produk pada 2026. Mereka mengakui bahwa kekurangan memori dan penyimpanan telah menciptakan tantangan besar bagi operasional mereka. Janji untuk berbagi pembaruan secara publik baru akan dilakukan ketika rencana finalisasi selesai.
Perubahan frasa dari target paruh pertama tahun menjadi sekadar harapan untuk 2026 memberikan ruang gerak bagi Valve. Kondisi ini memungkinkan mereka untuk tidak merilis perangkat keras baru sepanjang tahun ini tanpa melanggar janji secara teknis. Kesulitan yang dihadapi perusahaan lain dalam sourcing memori dan penyimpanan membuat situasi ini tidak terlalu mengejutkan bagi pengamat. Analis industri berpendapat kekurangan RAM bisa mengubah industri PC secara signifikan karena perusahaan terpaksa menaikkan harga jual.
Valve sendiri sudah berjuang menjaga stok Steam Deck tetap tersedia akibat masalah pengamanan RAM yang kompleks. Logikanya, sourcing komponen untuk perangkat tambahan tidak akan membuat proses tersebut menjadi lebih mudah bagi tim produksi internal. Meskipun demikian, perusahaan belum memperbarui FAQ waktu peluncuran mereka di situs resmi hingga saat ini. Masih ada alasan untuk berharap bahwa Steam Machine benar-benar akan terkirim dalam tahun 2026 nanti.
Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik
Dampak Industri yang Lebih Luas
Ketidakpastian ini mencerminkan tekanan supply chain yang dialami seluruh sektor teknologi konsumen. HP sebelumnya telah memberikan sinyal warning terkait biaya komponen yang membengkak drastis. Situasi ini memaksa produsen untuk menimbang ulang strategi harga dan tanggal rilis produk mereka secara hati-hati. Konsumen kini harus menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum melakukan perencanaan pembelian perangkat gaming baru.
Valve menutup pernyataan mereka dengan janji transparansi di masa depan ketika situasi sudah lebih jelas bagi semua pihak. Mereka menulis dalam postingan resmi tersebut, "Kami akan berbagi pembaruan secara publik ketika kami finalisasi rencana kami!" Kalimat ini menjadi satu-satunya kepastian yang bisa dipegang oleh para penggemar perangkat keras Valve saat ini.
