Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Tecno Ungkap Konsep Ponsel Modular Tipis di MWC 2026

Tecno memamerkan konsep ponsel modular setipis 4,9 mm di MWC 2026 dengan teknologi konektivitas magnet dan pin untuk ekspansi perangkat keras.

(25 Februari 2026)
4 menit baca
Modular smartphone concept: Tecno Ungkap Konsep Ponsel Modular Tipis di MWC 2026
Ilustrasi Tecno Ungkap Konsep Ponsel Modular Tipis di MWC 2026.
IKLAN

"Perusahaan mengatakan ponsel ini telah dirancang untuk tumbuh bersama pengguna melalui ekspansi perangkat keras," demikian pernyataan Tecno saat memperkenalkan konsep terbarunya. Pernyataan tersebut menjadi landasan utama bagi unveilednya desain konsep ponsel modular yang cukup menggemparkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026. Berbeda dengan kebanyakan konsep modular sebelumnya yang cenderung tebal dan hantam, inovasi dari pabrikan asal Tiongkok ini menawarkan profil dasar yang sangat ramping.

Basis smartphone ini hanya memiliki ketebalan 4,9 mm, sebuah angka yang jauh lebih tipis dibandingkan diameter pensil standar maupun iPhone Air. Ketipisan ekstrem ini menjadi nilai jual utama sebelum pengguna menambahkan modul apa pun. Tentu saja, dimensi fisik akan bertambah seiring dengan pemasangan aksesori tambahan. Namun, Tecno mengklaim bahwa bahkan setelah modul baterai eksternal atau power bank terpasang, ketebalan total perangkat tetap setara dengan smartphone modern pada umumnya.

Inovasi Konektivitas Magnet dan Pin

Kunci keberhasilan desain ini terletak pada mekanisme penyatuan berbagai komponen modular. Tecno mengembangkan teknologi interkoneksi baru yang memadukan penggunaan magnet kuat dengan konektor pin fisik. Kombinasi ini dirancang untuk memudahkan proses pelepasan dan pemasangan komponen tanpa mengorbankan stabilitas koneksi. Sementara magnet berfungsi menahan modul agar tetap menempel erat, konektor pin bertugas menyalurkan daya listrik secara langsung ke perangkat utama.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Ilustrasi close-up sisi samping ponsel Tecno menunjukkan port konektor pin emas dan cincin magnet yang menyatu dengan bodi aluminium berwarna perak
Ilustrasi: Ilustrasi close-up sisi samping ponsel Tecno menunjukkan port konektor pin emas dan cincin magnet yang menyatu dengan bodi aluminium berwarna perak

Transmisi data antara ponsel inti dan modul-modul tambahan dilakukan secara nirkabel. Sistem ini memiliki kemampuan cerdas untuk beralih otomatis antara protokol Wi-Fi, Bluetooth, dan mmWave tergantung pada lokasi serta kebutuhan pengguna saat itu. Fleksibilitas koneksi ini memastikan bahwa penambahan perangkat keras tidak menghambat kecepatan transfer data atau responsivitas sistem. Tecno menyiapkan sepuluh jenis modul berbeda untuk mendukung ekosistem ini, mulai dari berbagai lensa kamera khusus hingga kontroler game dedikasi yang terlihat kokoh.

Dari segi estetika, perusahaan menyediakan dua pilihan warna untuk unit ponsel dan seluruh rangkaian aksesorisnya. Varian pertama menampilkan finishing aluminium berwarna perak yang elegan, sedangkan varian kedua mengusung tampilan abu-abu yang terlihat futuristik. Meskipun variasi warna ini menarik secara visual, hal tersebut belum tentu relevan bagi konsumen umum mengingat statusnya yang masih sebatas konsep desain. Fokus utama sebenarnya tertuju pada potensi teknologiattachment magnetik mereka yang mungkin saja diterapkan pada produk komersial di masa depan.

Jejak Sejarah Ponsel Modular

Tecno dikenal sebagai perusahaan yang sering marched to the beat of its own drummer dalam industri gadget. Rekam jejak mereka mencakup pengembangan ponsel lipat yang terjangkau, model dengan lensa potret pop-out, hingga ponsel lipat dengan layar melingkar unik di bagian luar. Namun, sejarah industri ponsel pintar menunjukkan bahwa konsep modular belum sepenuhnya diterima pasar secara luas meskipun banyak desain konsep yang menjanjikan.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Prototipe Project Ara dari Google telah muncul lebih dari satu dekade lalu, namun proyek ambisius tersebut tidak pernah melihat cahaya hari sebagai produk massal. Beberapa upaya lain juga pernah dilakukan, seperti LG yang meluncurkan ponsel semi-modular G5 pada tahun 2016. Sayangnya, perangkat tersebut gagal menjual banyak unit di pasaran global. Motorola juga pernah merilis beberapa smartphone semi-modular, namun produk-produk itu tidak mampu menciptakan dampak besar atau mengubah perilaku konsumen secara signifikan.

Kegagalan masa lalu ini biasanya disebabkan oleh faktor ukuran yang terlalu besar, harga mahal, atau kurangnya dukungan pengembang aplikasi dan aksesori. Konsep Tecno mencoba menjawab tantangan ukuran dengan basis yang sangat tipis, namun nasib komersialisasinya masih menjadi tanda tanya besar. Apakah teknologi konektivitas hibrida mereka cukup matang untuk mengatasi masalah reliabilitas yang sering menghantui pendahulunya? Hanya waktu yang akan menjawab apakah ide "tumbuh bersama pengguna" ini bisa keluar dari batas konsep belaka.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN