Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Senat AS Loloskan COPPA 2.0 dengan Suara Bulat

Senat AS menyetujui COPPA 2.0 secara bulat untuk melindungi data pengguna di bawah 17 tahun dari koleksi platform tanpa izin.

(5 Maret 2026)
4 menit baca
US Capitol Building: Senat AS Loloskan COPPA 2.0 dengan Suara Bulat
Ilustrasi Senat AS Loloskan COPPA 2.0 dengan Suara Bulat.
IKLAN

Senat Amerika Serikat menyetujui undang-undang rancangan legislatif yang dikenal secara luas sebagai COPPA 2.0 dengan suara bulat pada hari ini. Regulasi penting ini menetapkan batas usia perlindungan data pribadi hingga 17 tahun bagi pengguna muda yang mengakses platform digital. Langkah ini menandai persetujuan penuh tanpa ada satu pun anggota dewan yang menolak kebijakan tersebut secara resmi dalam sesi voting.

Ukuran ini memiliki nama lengkap Children and Teens' Online Privacy Protection Act untuk identifikasi resmi dalam dokumen negara yang sah. Tujuannya menciptakan perlindungan baru bagi pengguna muda yang aktif di dunia maya saat ini demi keamanan mereka dari ancaman data. Platform dilarang mengumpulkan informasi personal tanpa persetujuan dari pengguna di bawah umur yang telah ditetapkan oleh hukum federal.

COPPA 2.0 merupakan modernisasi dari Children's Online Privacy Protection Act of 1998 yang sudah lama berlaku sebelumnya selama puluhan tahun. Pembuat undang-undang berupaya menjawab perubahan aktivitas daring umum yang terjadi belakangan ini secara signifikan dan luas di masyarakat. Iklan bertarget menjadi salah satu fokus utama karena berpotensi membahayakan anak di bawah umur secara serius melalui penyalahgunaan data mereka.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Ilustrasi ruang sidang Senat Amerika Serikat dengan para anggota dewan sedang melakukan voting unanimous
Ilustrasi: Ilustrasi ruang sidang Senat Amerika Serikat dengan para anggota dewan sedang melakukan voting unanimous

Pembuat undang-undang telah melakukan beberapa upaya untuk mengesahkan tagihan bipartisan ini dalam periode sebelumnya berulang kali tanpa hasil final. Meskipun sering mendapat kemajuan di Senat, belum ada satu pun tagihan COPPA 2.0 yang lolos dari Dewan Perwakilan Rakyat hingga saat ini. Kendala ini persisten meskipun bill ini telah membuat varying amounts of headway in the Senate selama bertahun-tahun dalam proses legislatif.

Penolakan dari Kelompok Industri Teknologi

Kelompok industri seperti NetChoice sebelumnya menentang COPPA 2.0 dan measures around minors' online activity lainnya dengan keras dan terang-terangan dalam lobby mereka. Mereka juga menentang KOSA atau the Kids Online Safety Act yang mengatur aktivitas daring anak secara ketat dan membatasi ruang gerak platform. Anggota NetChoice mencakup perusahaan besar seperti Google, YouTube, Meta, Reddit, Discord, TikTok dan X yang beroperasi global di berbagai negara.

Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer menyatakan ini langkah besar untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi data komersial yang tidak bertanggung jawab. Ia menekankan perusahaan tidak boleh mengumpulkan informasi pribadi dari siapa pun di bawah usia 17 tahun tanpa izin yang jelas dan valid. Schumer berharap DPR dapat bergabung meskipun mereka belum melakukannya hingga saat ini secara resmi untuk mengesahkan undang-undang perlindungan anak ini.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Konteks Verifikasi Usia di Negara Bagian

Dorongan lebih besar terjadi secara domestik dan internasional terkait batasan engagement online bagi anak muda di berbagai wilayah kekuasaan hukum yang berbeda. Beberapa negara bagian seperti Utah, California dan Washington telah memberlakukan undang-undang verifikasi usia yang wajib dan ketat bagi pengguna baru. Syarat ini berlaku untuk mengakses konten dewasa atau menggunakan aplikasi media sosial sama sekali di wilayah hukum tersebut secara menyeluruh.

Banyak upaya ini menimbulkan kekhawatiran privasi mengenai penyimpanan informasi pribadi masyarakat di server perusahaan teknologi yang rentan bocor. COPPA 2.0 mungkin mendapat keuntungan dari debat privasi karena menekankan pemberian cara bagi remaja dan orang tua untuk bertindak mandiri melindungi data. Mereka dapat melindungi diri dari penggunaan data mereka daripada meminta orang dewasa menyerahkan data untuk menggunakan internet seperti biasa setiap hari.

Sejarah menunjukkan hambatan utama tetap berada di lembaga legislatif bawah yang belum menyetujui rancangan ini sampai sekarang meskipun ada dukungan Senat. Fakta mencatat bahwa none of the COPPA 2.0 bills to date have gotten past the House of Representatives hingga kini menjadi penghalang utama bagi keberlakuan hukum ini.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN