Apakah kenaikan harga perangkat pintar menjadi tak terelakkan di tengah kelangkaan komponen global, ataukah inovasi baru yang ditawarkan sebanding dengan biaya tambahan yang harus dikeluarkan konsumen? Pertanyaan ini mengemuka segera setelah Samsung Electronics menggelar acara peluncuran terbarunya, Unpacked, pada Rabu di Palace of Fine Arts, San Francisco. Raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut memilih untuk tidak menunggu ajang Mobile World Congress dan lebih dulu memamerkan lini produk andalan tahun ini kepada dunia.
Jawaban atas dilema harga tersebut ternyata bervariasi tergantung model yang dipilih. Samsung menetapkan harga awal 900 dolar AS untuk Galaxy S26 dan 1.100 dolar AS untuk varian S26 Plus dengan penyimpanan 256 gigabita. Angka ini mewakili kenaikan sebesar 100 dolar AS dibandingkan pendahulunya, sebuah langkah yang dikaitkan langsung dengan dampak kekurangan pasokan memori RAM di pasar global yang menekan biaya produksi.
Meski harga merangkak naik, Samsung melakukan penyegaran desain dengan membulatkan sudut-sudut perangkat agar selaras dengan estetika model Ultra. Layar pada model dasar kini berukuran 6,3 inci, sedikit lebih besar dari generasi sebelumnya, sedangkan S26 Plus mempertahankan ukuran 6,7 inci namun dengan resolusi yang lebih tajam. Kapasitas baterai pada model standar juga mengalami peningkatan menjadi 4.300 mAh, memberikan janji ketahanan daya yang lebih baik bagi pengguna sehari-hari.
Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0
Inovasi Layar Privasi dan Performa Kamera
Di puncak jajaran produk, Galaxy S26 Ultra hadir tanpa kenaikan harga, tetap dipatok di angka 1.300 dolar AS. Perangkat ini membawa terobosan signifikan melalui fitur Privacy Display, yang diklaim sebagai pertama kalinya diterapkan pada telepon genggam. Teknologi ini bekerja dengan mengurangi visibilitas layar dari sudut pandang menyamping, sehingga orang di sekitar tidak dapat mengintip konten sensitif seperti kata sandi perbankan atau notifikasi pribadi saat pengguna berada di transportasi umum.
Samsung membekali sistem keamanan layar tersebut dengan opsi kustomisasi luas, termasuk aktivasi otomatis saat aplikasi tertentu dibuka atau ketika permintaan PIN muncul. Meskipun fitur ini aktif, terjadi penurunan kecerahan layar yang kecil, namun fungsionalitasnya tetap optimal untuk melindungi data pengguna di ruang publik. Layar utama Ultra sendiri menggunakan panel AMOLED berukuran 6,9 inci dengan resolusi QHD+ 3120 kali 1440 piksel dan tingkat penyegaran 120 Hertz.
Dari segi performa, seluruh varian S26 yang beredar di Amerika Utara, Tiongkok, dan Jepang menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 buatan Qualcomm, meninggalkan prosesor Exynos 2600 buatan sendiri untuk pasar-pasar tersebut. Modul kamera pada model dasar dan Plus secara fisik identik dengan tahun lalu, namun ditingkatkan melalui perangkat lunak seperti chip MDNIe untuk presisi warna dan fitur ProScaler untuk meningkatkan resolusi gambar. Sistem stabilisasi video baru juga diperkenalkan untuk menjaga garis cakrawala tetap lurus saat merekam subjek yang bergerak, seperti hewan peliharaan atau atlet.
Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik
Galaxy S26 Ultra mempertahankan konfigurasi kamera belakang yang sama dengan pendahulunya, yakni sensor ultrawide 50 megapiksel, utama 200 megapiksel, serta dua lensa telefoto 10 megapiksel dan 50 megapiksel. Peningkatan nyata terletak pada bukaan lensa yang lebih lebar pada sensor utama dan telefoto 5 kali, yang memungkinkan masuknya cahaya lebih banyak untuk hasil foto malam hari yang lebih bersih. Namun, pengguna masih harus menerima kenyataan bahwa seri ini belum menyertakan magnet pengisian nirkabel Qi2 bawaan, sebuah fitur yang mulai menjadi standar di industri pada tahun 2026.
Penyegaran Total pada Audio dan Kecerdasan Buatan
Tidak hanya ponsel, Samsung juga memperbarui lini audio portabelnya dengan meluncurkan Galaxy Buds 4 dan Buds 4 Pro. Perusahaan menghapus desain batang yang kaku dan lampu indikator pada generasi sebelumnya, beralih ke bentuk yang lebih halus dan ergonomis. Kepala earbud yang lebih kecil dirancang untuk memberikan kenyamanan pemakaian sepanjang hari, dengan model reguler menggunakan format terbuka dan versi Pro menggunakan desain in-ear.
Model Buds 4 Pro dilengkapi dengan woofer lebar yang meningkatkan area speaker efektif hingga hampir 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya, mendukung audio berkualitas tinggi 24-bit per 96 kilohertz. Fitur keamanan baru berupa deteksi sirene memungkinkan suara ambient masuk secara selektif saat pengguna mendengar alarm atau kendaraan darurat. Kedua model earbud ini dihargai 180 dolar AS untuk versi standar dan 250 dolar AS untuk versi Pro, dengan ketersediaan warna putih, hitam, serta eksklusif merah muda untuk model Pro.
Integrasi kecerdasan buatan menjadi tulang punggung pengalaman pengguna pada perangkat terbaru ini. Samsung menggandeng Perplexity sebagai agen AI opsional dalam Galaxy AI, memungkinkan pengguna mengaktifkan asisten dengan frasa "Hey Plex" langsung dari bilah pencarian browser. Kolaborasi ini diperluas dengan dukungan kontrol suara tanpa tangan untuk Bixby, Google Gemini, dan Perplexity pada earbud terbaru, meskipun perintah aktivasi untuk Perplexity mungkin membingungkan bagi pengguna aplikasi server media tertentu.
Google turut berkontribusi dengan mengumumkan fitur beta pada aplikasi Gemini yang mampu menangani tugas multi-langkah, seperti memesan tumpangan atau mengulang pesanan makanan, khusus untuk seri Pixel 10 dan Galaxy S26. Fitur Circle to Search juga diperbarui untuk mengenali beberapa objek sekaligus dalam satu bingkai, sementara deteksi penipuan berbasis AI akan tersedia untuk panggilan telepon dalam bahasa Inggris di wilayah Amerika Serikat. Seluruh perangkat yang diumumkan telah tersedia untuk pemesanan harian ini dan akan mulai dikirim pada 11 Maret mendatang dalam berbagai pilihan warna.
Ketersediaan awal ini menandai strategi agresif Samsung untuk menguasai pangsa pasar sebelum pesaing utama mereka menampilkan produk serupa di Barcelona akhir bulan ini. Konsumen yang tertarik dapat memilih dari enam opsi warna untuk ponsel, termasuk perak dan emas mawar yang hanya dijual melalui kanal daring. Dengan kombinasi perangkat keras yang disempurnakan dan ekosistem AI yang semakin dalam, Samsung berupaya membenarkan label harga premium mereka di tengah persaingan ketat.
Sebagai penutup, integrasi teknologi terbaru ini mencerminkan fokus perusahaan pada utilitas nyata bagi pengguna. Seperti dikutip dari pengumuman resmi Google selama acara tersebut, "Launching soon as a beta feature in the Gemini app for Pixel 10, Pixel 10 Pro, and Samsung Galaxy S26 series, you can offload multi-step tasks directly to Gemini." Kutipan ini menegaskan arah masa depan di mana asisten digital tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga melaksanakan tindakan kompleks atas perintah pengguna.
