Sumber yang memahami masalah ini mengatakan perusahaan bisa memberhentikan hingga 20 persen stafnya tanpa peringatan lebih lanjut. Pernyataan tersebut dilansir oleh Reuters sebagai bagian dari laporan terbaru mengenai kondisi internal Meta yang sedang berubah drastis. Kabar ini mengejutkan banyak pihak yang mengikuti perkembangan raksasa teknologi tersebut setiap hari dengan seksama. Langkah drastis ini diambil untuk menyeimbangkan buku keuangan perusahaan secara keseluruhan di tengah investasi besar-besaran.
Meta sedang mencari cara untuk mengimbangi pengeluaran besar pada kecerdasan buatan dan pusat data baru yang mahal. Biaya infrastruktur teknologi tersebut membutuhkan aliran dana yang sangat masif untuk pembangunan fisik dan digital secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengurangan tenaga kerja menjadi solusi yang dipilih manajemen saat ini untuk efisiensi operasional jangka panjang. Sekitar 15.800 posisi kerja berpotensi hilang dalam gelombang pemutusan hubungan kerja ini secara total di berbagai divisi.
Pergeseran Strategi Perusahaan
Perusahaan telah memberikan sinyal bahwa mereka hampir menyerah pada VR dan Metaverse sepenuhnya sejak beberapa waktu lalu. Komitmen terhadap dunia virtual tampaknya telah berkurang drastis dalam beberapa waktu terakhir bagi para investor utama. Alokasi anggaran untuk proyek realitas virtual tersebut kini dipangkas habis-habisan tanpa sisa banyak untuk operasional. Beberapa studio pengembangan bahkan ditutup sebagai bagian dari efisiensi global yang direncanakan matang oleh direksi.
Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik
Meta justru menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk menarik talenta AI dari pasar kerja teknologi yang kompetitif. Pembangunan pusat data menjadi prioritas utama dibandingkan inovasi dunia maya sebelumnya yang kurang menguntungkan secara finansial. Perubahan arah bisnis ini terlihat jelas dari pola pengeluaran mereka tahun ini yang berubah total arah. Investasi teknologi masa depan kini bertumpu sepenuhnya pada sistem cerdas buatan yang lebih menjanjikan pendapatan.
Rekam Jejak Pengurangan Karyawan
Gelombang pemecatan ini akan menjadi seri terbesar sejak periode November 2022 hingga awal 2023 lalu yang tercatat. Saat itu, perusahaan telah menghentikan 22.000 pekerja hanya dalam beberapa bulan dengan cepat dan terstruktur. Sejarah pengurangan tenaga kerja mencatat angka yang cukup tinggi pada periode tersebut bagi industri teknologi global. Kini situasi serupa terulang dengan skala yang hampir sebanding bagi ribuan karyawan tetap yang ada.
Kabar potensi pengurangan ukuran perusahaan ini datang setelah sinyal perubahan strategi yang sangat jelas terlihat. Penghapusan sekitar 15.800 posisi menjadi bukti nyata pergeseran fokus industri teknologi global yang sedang terjadi. Langkah ini menegaskan bahwa biaya infrastruktur AI tidak bisa diabaikan oleh manajemen puncak perusahaan. Ini akan menjadi seri pemecatan terbesar sejak 22.000 pekerja dihentikan antara November 2022 dan awal 2023.
Baca juga: Digg Tutup Sementara karena Serangan Bot AI Masif
