Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Biaya RAM Melonjak, HP Ungkap Komponen Ini Telan Sepertiga Harga PC

HP melaporkan biaya RAM kini mencapai 35 persen dari total harga PC akibat lonjakan permintaan infrastruktur AI yang membatasi pasokan global.

(25 Februari 2026)
4 menit baca
HP logo cube: Biaya RAM Melonjak, HP Ungkap Komponen Ini Telan Sepertiga Harga PC
Ilustrasi Biaya RAM Melonjak, HP Ungkap Komponen Ini Telan Sepertiga H.
IKLAN

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga komputer pribadi melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir, seolah-olah ada faktor tersembunyi yang mendorong kenaikan tersebut secara drastis? Jawabannya ternyata terletak pada satu komponen spesifik yang kini menjadi tulang punggung revolusi kecerdasan buatan, yaitu memori akses acak atau RAM. Lonjakan harga ini tidak hanya fluktuasi pasar biasa, tapi juga dampak langsung dari perebutan sumber daya global untuk membangun infrastruktur AI yang masif.

HP, salah satu raksasa produsen komputer dunia, baru saja mengonfirmasi bahwa tekanan pasokan ini telah memukul sektor memori PC dengan sangat keras. Data terbaru menunjukkan bahwa biaya RAM kini menyumbang 35 persen dari total biaya sebuah sistem komputer. Angka ini merupakan lompatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, di mana komponen memori dan penyimpanan hanya berkisar antara 15 hingga 18 persen dari struktur biaya produksi.

Grafik batang perbandingan persentase biaya komponen PC tahun lalu versus tahun ini yang menunjukkan lonjakan drastis pada bagian RAM
Ilustrasi: Grafik batang perbandingan persentase biaya komponen PC tahun lalu versus tahun ini yang menunjukkan lonjakan drastis pada bagian RAM

Dampak Langsung Infrastruktur AI terhadap Rantai Pasok

Kenaikan proporsi biaya ini diungkapkan langsung oleh Karen Parkhill, Direktur Keuangan HP, dalam panggilan laporan keuangan terbaru perusahaan. Ia menyatakan dengan tegas bahwa estimasi biaya material untuk memori dan penyimpanan telah berubah drastis sepanjang tahun ini. "Kami membagikan informasi pada kuartal lalu bahwa biaya memori dan penyimpanan membentuk sekitar 15 persen hingga 18 persen dari daftar material PC kami, dan kami sekarang memperkirakan angka ini mencapai roughly 35 persen untuk tahun berjalan," ujar Parkhill.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Fenomena ini terjadi karena pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan menciptakan permintaan luar biasa di tengah keterbatasan pasokan chip memori global. Pabrik-pabrik semikonduktor lebih memprioritaskan pesanan untuk server AI yang membutuhkan kapasitas memori jauh lebih besar daripada komputer konvensional. Akibatnya, alokasi chip untuk konsumen biasa tersingkir, memicu kelangkaan yang mendorong harga naik tajam. Samsung, pemain utama lainnya dalam industri ini, juga telah memberikan peringatan serupa mengenai potensi kenaikan harga akibat kekurangan memori yang dipicu oleh tren AI.

Sebagai respons atas kondisi ini, HP terpaksa menyesuaikan strategi bisnis mereka. Parkhill mengonfirmasi bahwa sebagian dari langkah tanggapan perusahaan adalah menaikkan harga jual produk kepada konsumen. Kenaikan harga ini tampaknya telah menjadi norma baru bagi para pembeli PC, terutama yang terjadi pada tahun 2026, di mana krisis RAM memainkan peran utama dalam menentukan harga akhir di rak toko elektronik.

Strategi Diversifikasi dan Dinamika Permintaan Pasar

Menghadapi situasi yang menantang ini, manajemen HP tidak tinggal diam. Bruce Broussard, Pejabat Eksekutif Sementara HP, menyatakan keyakinannya bahwa pasar pada akhirnya akan menemukan keseimbangannya sendiri ke depannya. Namun, sambil menunggu rasionalisasi pasar tersebut, perusahaan berupaya keras menambahkan pemasok baru serta memperluas sumber pengadaan berbiaya rendah untuk komponen memori. Langkah ini diambil untuk meredam guncangan biaya dan menjaga stabilitas rantai pasok mereka di tengah ketidakpastian global.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Di sisi lain, terdapat dinamika menarik terkait jenis produk yang paling diminati. Para eksekutif HP melaporkan adanya permintaan yang lebih kuat untuk komputer yang dilengkapi fitur kecerdasan buatan atau AI PC. Data internal menunjukkan bahwa 35 persen dari total penjualan PC HP kini berasal dari kategori AI PC. Angka ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen atau korporasi yang mulai beralih ke perangkat yang mampu menangani beban kerja komputasi modern.

Namun, sinyal dari industri teknologi tidaklah seragam. Berbeda dengan optimisme HP, Dell pernah menyampaikan pandangan bahwa konsumen sebenarnya belum terlalu peduli dengan spesifikasi AI pada komputer mereka. Kontradiksi pendapat antar raksasa teknologi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam tahap adaptasi dan pencarian bentuk finalnya. Sementara itu, produsen chip seperti Micron bahkan telah mengambil langkah ekstrem dengan meninggalkan merek konsumen mereka sepenuhnya untuk fokus pada pasokan bisnis-ke-bisnis (B2B), mengindikasikan betapa menggiurkannya pasar infrastruktur AI dibandingkan pasar ritel.

Tekanan harga tidak hanya dirasakan pada komponen memori saja. Komponen kritis lainnya seperti unit pemroses grafis atau GPU juga merasakan dampak serupa akibat tingginya demanda untuk pelatihan model AI. Kombinasi kelangkaan berbagai komponen kunci ini menciptakan lingkungan bisnis yang sulit bagi produsen perangkat keras, yang akhirnya dibebankan kepada pengguna akhir melalui label harga yang semakin mahal.

Lantas, dengan kondisi pasokan yang ketat dan prioritas industri yang bergeser total menuju kebutuhan server AI, apakah pembeli komputer rumahan siap menerima realitas baru di mana perangkat standar mungkin akan menjadi barang mewah yang sulit dijangkau dalam waktu dekat?

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN