Dalam langkah hukum yang tegas, Anthropic secara resmi menyatakan akan menantang Departemen Pertahanan di pengadilan terkait designation risiko rantai pasok. Chief Executive Officer perusahaan, Dario Amodei, mengakui penerimaan surat resmi dari instansi tersebut dalam postingan blog terbaru. Ia menyatakan secara pribadi tidak percaya tindakan ini memiliki dasar hukum yang kuat bagi perusahaannya saat ini. Anthropic melihat tidak ada pilihan lain selain menantang keputusan itu secara legal di pengadilan untuk membela diri.
Pengumuman Pentagon keluar beberapa jam sebelum Amodei mempublikasikan postingan blog resmi kepada publik luas. Instansi menyatakan produk perusahaan deemed sebagai risiko rantai pasok efektif segera berlaku tanpa penundaan waktu. Departemen sebelumnya mengancam memberi designation khusus untuk perusahaan dari negara adversarial seperti China. Ancaman ini muncul jika perusahaan tidak setuju menghapus pengamanan tertentu pada sistem mereka secara sukarela.
Penghapusan safeguards berkaitan erat dengan pengawasan massal dan senjata otonom yang dikembangkan oleh perusahaan. Presiden Trump kemudian memerintahkan agen federal menghentikan penggunaan teknologi Anthropic secara langsung di seluruh instansi. Ancaman label ini biasanya reserved untuk firms dari adversaries seperti China. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap keamanan rantai pasok teknologi AI.
Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0
Dampak Terhadap Akses Publik dan Mitra
CEO menjelaskan designation ini memiliki cakupan yang sangat sempit bagi industri teknologi secara keseluruhan. Tujuannya hanya ada untuk melindungi pemerintah dari potensi risiko keamanan nasional yang mungkin timbul. Masyarakat umum dan bahkan kontraktor Departemen Pertahanan masih bisa menggunakan chatbot Claude tanpa hambatan berarti. Teknologi AI mereka tetap tersedia untuk penggunaan non-pemerintah secara luas di pasar komersial.
Raksasa teknologi Microsoft memberitahu CNBC bahwa mereka akan tetap menggunakan Claude setelah kajian hukum internal selesai. Pengacara menyimpulkan mereka bisa terus bekerja sama pada proyek non-pertahanan terkait tanpa melanggar aturan baru. Keputusan ini menunjukkan bahwa sektor swasta masih dapat mengakses teknologi tersebut meskipun ada larangan federal. Microsoft memastikan operasional mereka tidak terganggu oleh designation risiko rantai pasok ini.
Upaya Negosiasi dan Klarifikasi Internal
Amodei mengakui perusahaannya mengadakan percakapan produktif dengan departemen dalam beberapa hari terakhir. Mereka melihat cara melayani Pentagon yang adheres pada dua pengecualian utama yang ditetapkan. Pengecualian tersebut meliputi larangan penggunaan teknologi untuk pengawasan massal oleh instansi pemerintah. Pengembangan senjata otonom penuh juga menjadi batasannya dalam kerjasama ini kedepannya.
Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik
Perusahaan juga mencari cara memastikan transisi lancar jika hal tersebut tidak memungkinkan tercapai dalam negosiasi. Hal ini mengonfirmasi laporan bahwa Anthropic kembali dalam pembicaraan untuk mencapai deal baru dengan agency. Tim hukum sedang meninjau opsi yang ada untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka. Proses ini berjalan sambil menunggu keputusan akhir dari pengadilan yang akan datang.
CEO meminta maaf atas memo internal yang bocor sebelumnya kepada publik secara terbuka. Dalam memo itu, ia reportedly mengatakan pesan OpenAI tentang deal mereka adalah kebohongan langsung. Perlu dicatat Departemen Pertahanan disebut sebagai Departemen Perang di bawah administrasi saat ini. Istilah ini muncul dalam konteks ancaman designation risiko rantai pasok yang serius bagi vendor.
