Ainesia
Startup & Bisnis AI

SK hynix Kehilangan Hampir Separuh Pangsa Pasar DRAM Global

Pangsa pasar DRAM SK hynix turun ke 24,9% di kuartal II — sementara di segmen HBM, perusahaan justru menguasai 58% pasar global. Apa artinya bagi ekosistem chip AI Indonesia?

(14 September 2026)
4 menit baca
SK hynix logo: SK hynix Kehilangan Hampir Separuh Pangsa Pasar DRAM Global
Ilustrasi SK hynix Kehilangan Hampir Separuh Pangsa Pasar DRAM Global.

"SK hynix Q2 DRAM market share falls to 24.9%", demikian headline singkat yang dilansir TechInAsia pekan lalu — angka yang tidak hanya fluktuasi kuartalan, tapi sinyal tegas tentang perubahan dalam rantai pasok memori global.

Di Balik Angka 24,9%: Bukan Soal Kinerja, Tapi Strategi

Angka 24,9% itu bukan hasil kegagalan produksi atau kebocoran teknologi. Ini adalah dampak langsung dari pilihan strategis SK hynix sejak awal 2023: mengalihkan kapasitas fab dan investasi R&D dari DRAM konvensional ke High Bandwidth Memory (HBM). Di kuartal I 2024 saja, perusahaan menguasai 58% pasar global HBM — segmen yang tumbuh lebih dari dua kali lipat dibanding DRAM tradisional menurut laporan TrendForce. Dilansir TechInAsia, SK hynix bahkan telah mengamankan 70% kontrak HBM3 untuk pelatihan model AI generasi terbaru di AS dan Taiwan.

Artinya, penurunan pangsa DRAM bukan kelemahan, tapi juga pengorbanan terhitung. Setiap wafer yang tidak dipakai untuk DDR5 adalah wafer yang dialihkan ke stack HBM3 dengan 12 lapisan memori vertikal dan bandwidth hingga 1,2 TB/s. Dalam industri semikonduktor, ini bukan soal 'menjual lebih banyak', tapi 'menjual lebih tepat' — dan tepatnya adalah pada infrastruktur AI, bukan laptop atau server enterprise biasa.

Baca juga: Hyundai Tunda ADAS Internal ke Akhir 2029 — Lidar Disingkirkan

HBM tidak hanya Chip, tapi juga Kunci Akses ke Ekosistem AI Global

HBM adalah komponen kritis yang membedakan antara model AI yang bisa dilatih dalam waktu minggu versus bulan. Tanpa HBM, chip seperti NVIDIA H100 atau AMD MI300X tak akan mencapai throughput memori yang diperlukan untuk training LLM skala besar. Dan nyatanya, SK hynix bukan hanya pemasok — mereka satu-satunya produsen yang sudah mass production HBM3E (Enhanced) dengan yield stabil di atas 85%, menurut data internal Samsung Electronics yang bocor ke Nikkei Asia April lalu.

Bagi Indonesia, implikasinya konkret: ketika startup lokal seperti Gadjah Mada AI atau DeepTek mulai mengembangkan foundation model berbasis Bahasa Indonesia, mereka tidak bisa memesan chip tanpa memori HBM yang kompatibel. Server inferensi yang dibeli dari distributor lokal umumnya masih mengandalkan DDR5 atau bahkan LPDDR5 — kapasitas memori yang tidak cukup untuk menjalankan model >10B parameter secara real-time. Artinya, akses ke infrastruktur AI mutakhir tetap bergantung pada rantai pasok global yang dikendalikan oleh tiga pemain: SK hynix, Samsung, dan Micron — dengan SK hynix kini memegang posisi dominan di lapisan paling strategis.

Baca juga: OpenAI Mundur dari IPO 2026: Apa yang Berubah di Balik Janji 'Safety First'?

Ilustrasi fabrikasi chip HBM3 di fasilitas SK hynix di Icheon, Korea Selatan, dengan fokus pada tumpukan vertikal memori dan koneksi interposer
Ilustrasi: Ilustrasi fabrikasi chip HBM3 di fasilitas SK hynix di Icheon, Korea Selatan, dengan fokus pada tumpukan vertikal memori dan koneksi interposer

meski pangsa DRAM turun, pendapatan SK hynix justru naik 41% YoY di kuartal II — karena harga rata-rata per bit HBM3 tiga kali lipat lebih mahal daripada DDR5. Ini membuktikan bahwa nilai tambah tidak lagi di volume, tapi di spesifikasi teknis dan integrasi sistem. Perusahaan tidak lagi bersaing sebagai 'penyedia memori', tapi sebagai 'penyedia solusi bandwidth untuk AI'. Dan dalam definisi baru ini, SK hynix bukan kehilangan pasar — mereka sedang merebut ulang definisinya.

tekanan pada produsen lokal tetap nyata. Tidak ada pabrik chip di ASEAN yang mampu memproduksi HBM, bahkan Malaysia — yang memiliki ecosystem semiconductor terkuat di kawasan — hanya berperan sebagai packaging & testing hub. Untuk Indonesia, ini berarti ketergantungan pada impor tidak hanya pada level final product, tapi juga pada desain arsitektur memori. Regulasi seperti Perpres No. 10/2021 tentang Investasi belum menyentuh aspek ini: tidak ada insentif khusus untuk riset HBM interface atau co-design antara chip AI lokal dan memori high-bandwidth.

Rangkuman dampak langsung dari penurunan pangsa DRAM SK hynix adalah: dunia memasuki fase di mana kapasitas memori bukan lagi komoditas, tapi kendali teknis atas kecepatan evolusi AI. Bagi Indonesia, ini tidak hanya soal harga RAM di toko komputer —, tapi juga soal apakah pusat data nasional bisa menjalankan model bahasa lokal tanpa harus menunggu alokasi slot GPU dari pusat data di Singapura atau Tokyo. Dan saat ini, kuncinya bukan di prosesor, tapi di memori yang menempel di sampingnya.

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar