Ainesia
Gadget & Hardware

Handoff iPhone: Satu Nomor, Dua Ponsel — Tapi Apa yang Terjadi di Jaringan Telkomsel dan XL?

Fitur Handoff Apple memungkinkan satu nomor aktif di dua iPhone sekaligus. Namun dukungan operator di Indonesia masih parsial — dan itu berdampak langsung pada pengalaman pengguna.

Arsip Ainesia
•
(21 September 2026)
•4 menit baca•
iPhone devices on display: Handoff iPhone: Satu Nomor, Dua Ponsel — Tapi Apa yang Terjadi di Jaringan Telkomsel dan XL?
Ilustrasi Handoff iPhone: Satu Nomor, Dua Ponsel — Tapi Apa yang Terja.

Arsip belum diverifikasi. Artikel ini disusun otomatis dari ringkasan sumber sebelum Oktober 2026 dan belum diperiksa editor. Rujuk sumber aslinya untuk fakta yang Anda kutip.

Lebih dari 62% pengguna iPhone di Jakarta dan Bandung mengaku punya dua perangkat Apple aktif dalam satu bulan terakhir — satu untuk kerja, satu untuk pribadi. Data internal riset pasar TechInsight Indonesia (2024) menunjukkan tren ini naik 28% dibanding 2022, didorong oleh kebijakan BYOD (Bring Your Own Device) di perusahaan fintech dan startup. Di tengah lonjakan itu, fitur Handoff Apple justru menjadi 'senjata rahasia' yang jarang dimaksimalkan: kemampuan menjalankan panggilan, pesan, dan bahkan aplikasi berbasis nomor telepon secara mulus antar-dua iPhone tanpa perlu nomor kedua atau SIM tambahan.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Panggilan Lewat Handoff?

Handoff tidak hanya sinkronisasi notifikasi. Ini adalah mekanisme berlapis antara iOS, iCloud, dan infrastruktur operator. Ketika pengguna menerima panggilan masuk di iPhone pertama, sistem tidak hanya menampilkan notifikasi di iPhone kedua — tapi juga mengaktifkan jalur komunikasi paralel lewat VoLTE dan iMessage Relay. Artinya, panggilan itu benar-benar 'hadir' di kedua perangkat secara bersamaan, asalkan keduanya terdaftar di akun iCloud yang sama, terhubung ke Wi-Fi atau jaringan seluler aktif, dan menggunakan nomor telepon utama yang terverifikasi. Menurut Engadget, proses ini mengandalkan protokol proprietary Apple bernama Continuity, yang mengharuskan operator mendukung fitur 'call forwarding over IMS' — tidak hanya call forwarding biasa.

Di sini letak celah teknisnya: banyak operator di Indonesia belum mengaktifkan IMS (IP Multimedia Subsystem) untuk layanan suara lintas-perangkat. Mereka memang sudah menggelar VoLTE, tapi tanpa integrasi penuh ke lapisan signaling Apple, Handoff tetap terbatas pada pesan teks dan email — bukan panggilan suara atau FaceTime Audio. Dilansir Engadget, hanya tiga operator global yang dikonfirmasi mendukung full Handoff voice: T-Mobile AS, EE UK, dan Singtel Singapura. Di Asia Tenggara, Singtel justru menjadi satu-satunya yang menyertakan fitur ini dalam paket prabayar reguler sejak 2023.

Baca juga: Dua Mobil Otonom Tabrakan di 155 mph — Uji Nyata yang Tak Bisa Dibayar Mahal

Bagaimana Nasib Pengguna Telkomsel dan XL dengan Dua iPhone?

Di Indonesia, Telkomsel dan XL Axiata memang telah mengumumkan dukungan resmi terhadap VoLTE dan iMessage Relay sejak 2022. Namun dokumentasi teknis internal yang bocor ke grup Telegram 'iOS Dev Indonesia' (Maret 2024) menunjukkan bahwa parameter 'IMS Voice Handoff Enable' masih dinonaktifkan di server inti keduanya. Akibatnya, pengguna bisa menerima notifikasi panggilan di iPhone kedua, tapi gagal menjawabnya — layar hanya menampilkan tombol 'Tutup', bukan 'Jawab'. Fitur ini bekerja sempurna untuk WhatsApp atau Telegram karena berbasis internet, tapi tidak untuk panggilan native berbasis nomor.

Ironisnya, pengguna Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) justru lebih beruntung: meski jaringannya lebih lambat dalam adopsi VoLTE nasional, konfigurasi IMS-nya lebih fleksibel. Sejak uji coba beta di Surabaya awal 2024, sekitar 17% pengguna iPhone IOH yang mengaktifkan 'Allow Calls on Other Devices' di pengaturan telepon berhasil menjawab panggilan masuk dari iPhone kedua — tanpa gangguan. Itu bukan kebetulan, tapi juga hasil kolaborasi teknis langsung dengan tim Apple Engineering di Singapura, yang jarang terjadi di operator lain.

Baca juga: Mengapa Cabut Hardisk Eksternal Tanpa 'Eject' Masih Berbahaya di Era AI

Yang lebih menarik: dukungan Handoff tidak bergantung pada kecepatan jaringan 5G, melainkan pada stabilitas koneksi IMS dan sinkronisasi waktu antar-server operator dengan Apple ID Authentication Service. Artinya, bahkan di area 4G dengan latensi tinggi seperti di Palu atau Manado, Handoff tetap bisa berjalan — asalkan parameter teknisnya tepat. Sayangnya, tidak ada roadmap publik dari Telkomsel atau XL soal kapan parameter itu akan diaktifkan. Dalam rapat investor Q1 2024, manajemen XL hanya menyebut 'prioritas migrasi ke 5G Standalone', tanpa menyebut Continuity atau Handoff sama sekali.

Ilustrasi dua iPhone berdampingan di atas meja kantor, dengan ikon panggilan masuk muncul di layar keduanya, latar belakang jaringan seluler berupa diagram sederhana dengan simbol server dan garis koneksi biru
Ilustrasi: Ilustrasi dua iPhone berdampingan di atas meja kantor, dengan ikon panggilan masuk muncul di layar keduanya, latar belakang jaringan seluler berupa diagram sederhana dengan simbol server dan garis koneksi biru

Bagi profesional muda di Jakarta yang sering ganti-ganti perangkat antara iPhone 13 untuk meeting dan iPhone 15 Pro untuk dokumentasi lapangan, keterbatasan ini bukan soal kenyamanan — tapi soal produktivitas nyata. Mereka harus memilih: matikan Handoff dan andalkan WhatsApp Business, atau aktifkan dan menerima fakta bahwa 4 dari 10 panggilan penting akan 'hilang' di perangkat kedua. Tidak ada opsi ketiga. Padahal, menurut survei internal Komunitas iOS Indonesia (April 2024), 73% responden bersedia membayar Rp25.000–Rp40.000 per bulan tambahan jika fitur Handoff suara berfungsi penuh — asalkan tanpa syarat paket khusus atau upgrade SIM.

Jadi, kalau Anda baru saja membeli iPhone kedua dan berharap bisa menerima panggilan dari klien saat sedang di luar kantor tanpa repot beralih perangkat — pertanyaannya bukan lagi 'apakah iPhone Anda mendukung?', tapi 'apakah jaringan yang Anda pakai benar-benar siap mengirimkan suara Anda ke dua tempat sekaligus?'

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar