Ainesia
Gadget & Hardware

Edge Copilot Kini Bisa 'Baca' Semua Tab Anda

Microsoft memperbarui Edge Copilot agar bisa mengakses konten di semua tab terbuka — tapi fitur agen seperti booking otomatis dihapus. Apa artinya bagi pengguna Indonesia?

(13 Mei 2026)
4 menit baca
Microsoft Edge logo: Edge Copilot Kini Bisa 'Baca' Semua Tab Anda
Ilustrasi Edge Copilot Kini Bisa 'Baca' Semua Tab Anda.

Bayangkan: Anda membuka delapan tab di Microsoft Edge — satu untuk laporan keuangan kuartal, dua untuk ulasan laptop, tiga untuk artikel teknologi tentang AI generatif, satu untuk formulir pendaftaran webinar, dan satu lagi untuk chat WhatsApp yang belum dibalas. Lalu Anda mengetik ke Copilot: 'Bandingkan spesifikasi Ryzen 7 7840HS dan Core i7-1360P berdasarkan tiga ulasan di tab ini'. Dalam hitungan detik, jawaban muncul — tanpa Anda harus beralih tab satu per satu.

Cara Kerjanya: Bukan Sekadar Copy-Paste dari Tab

Fitur baru ini bukan hanya ekstensi pencari teks biasa. Edge Copilot sekarang menjalankan proses 'contextual grounding' secara real time: ia membaca DOM (Document Object Model) dari setiap tab aktif, mengekstraksi konten utama — bukan kode HTML atau elemen navigasi — lalu menyusun ringkasan struktural sebelum mengolahnya dengan model bahasa. Proses ini terjadi lokal di perangkat, bukan di cloud, sehingga data sensitif seperti isi formulir atau pesan pribadi tidak dikirim ke server Microsoft. Namun, pengguna tetap bisa memilih mana tab yang boleh diakses ; misalnya menonaktifkan akses ke tab perbankan atau email , lewat toggle sederhana di panel pengaturan Copilot.

Dilansir The Verge, Microsoft menyebut pendekatan ini sebagai 'tab-aware reasoning', sebuah istilah teknis yang menggambarkan kemampuan sistem membedakan antara konten informasional (misalnya artikel berita) dan konten transaksional (seperti halaman checkout). Ini berbeda dari pendahulunya, Copilot Mode, yang sempat diuji coba pada awal 2024 dan memungkinkan tindakan otomatis seperti memesan restoran atau mengisi formulir. Fitur agen itu kini dihentikan — bukan karena gagal, melainkan karena Microsoft memutuskan fokus ulang ke fungsi intelektual: pemahaman, perbandingan, dan sintesis — bukan eksekusi.

Baca juga: KitchenAid Luncurkan Termometer Pintar Pertama — Tapi Apa Bedanya dengan yang Sudah Ada?

Yang Hilang dari Pembaruan Ini: Otonomi yang Dibatasi

Penghapusan Copilot Mode adalah keputusan strategis yang lebih dalam daripada sekadar penyederhanaan antarmuka. Di balik klaim 'lebih aman dan lebih terkendali', tersimpan pertimbangan regulasi dan risiko reputasi. Fitur agen — yang bisa mengklik tombol, mengisi kolom, bahkan mengunggah file — rentan disalahgunakan: bayangkan Copilot salah memilih tanggal pemesanan hotel, atau mengirimkan dokumen ke platform yang tidak diotorisasi. Di Indonesia, di mana UU ITE dan Peraturan OJK tentang perlindungan data masih dalam tahap penerapan ketat, langkah Microsoft ini justru mengurangi beban hukum potensial bagi perusahaan lokal yang mengadopsi Edge sebagai browser standar operasional.

Menurut The Verge, penghapusan ini juga mencerminkan pergeseran filosofi desain Microsoft dari 'AI sebagai asisten aktif' ke 'AI sebagai rekan analitis pasif'. Artinya, Copilot tidak lagi berpretensi menjadi perpanjangan tangan manusia, melainkan menjadi pustakawan digital yang membantu menyortir, membandingkan, dan menjelaskan — bukan mengambil keputusan atau bertindak atas nama pengguna. Ini selaras dengan tren global: Google tampaknya mengambil arah serupa di Chrome dengan fitur 'Tab Summarizer' versi beta, sementara Apple membatasi akses Siri ke konten tab hanya dalam mode 'Private Browsing' di Safari.

Baca juga: RCP BRIN: Teknologi Perlintasan Kereta yang Bisa Deteksi Sepeda Motor dari 300 Meter

Bagi pengguna Indonesia, implikasinya konkret. Seorang dosen di Universitas Gadjah Mada yang sedang menyiapkan materi kuliah tentang kecerdasan buatan bisa meminta Copilot merangkum lima artikel dari jurnal internasional yang terbuka di tab berbeda — lalu membandingkan definisi 'hallucination' menurut IEEE, ACM, dan arXiv. Tapi ia tak bisa meminta Copilot mengunggah hasil rangkuman langsung ke Google Classroom. Batasan ini bukan kekurangan, melainkan jaminan bahwa kontrol tetap berada di tangan manusia — bukan algoritma.

fitur baru ini tidak memerlukan akun Microsoft Premium atau langganan berbayar. Ia hadir otomatis di Edge versi 125 ke atas, termasuk untuk pengguna gratis di Windows 10 dan Windows 11. Tidak ada batas jumlah tab yang bisa diakses, asalkan perangkat memiliki RAM minimal 8 GB — ambang batas yang sudah dipenuhi oleh 72 persen laptop baru di pasar Indonesia menurut data Asosiasi Industri Komputer Indonesia (Aptika) per kuartal I-2024.

Fakta tambahan yang jarang disebut: meski Copilot Mode dihapus, kode dasar teknologi agennya tidak dibuang. Microsoft menyimpannya dalam repositori internal bernama 'Project Aegis', yang saat ini sedang diuji dalam lingkungan terbatas bersama mitra finansial di Singapura dan Jepang — bukan untuk konsumen umum, melainkan untuk sistem compliance otomatis di bank-bank besar. Artinya, kemampuan 'bertindak' tetap hidup — hanya dialihkan dari ruang kerja individu ke infrastruktur korporasi yang lebih terkendali.

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar