Ainesia
Gadget & Hardware

Cara Blokir Meta dari Akses Data Kamera Kacamata Pintar Anda

Meta bisa mengakses rekaman visual kacamata Ray-Ban Stories dan Orion lewat pengaturan tersembunyi. Ini panduan teknis lengkap plus risiko nyata bagi privasi pengguna di Indonesia.

Arsip Ainesia
•
(25 September 2026)
•4 menit baca•
Meta AI glasses data privacy notice: Cara Blokir Meta dari Akses Data Kamera Kacamata Pintar Anda
Ilustrasi Cara Blokir Meta dari Akses Data Kamera Kacamata Pintar Anda.

Arsip belum diverifikasi. Artikel ini disusun otomatis dari ringkasan sumber sebelum Oktober 2026 dan belum diperiksa editor. Rujuk sumber aslinya untuk fakta yang Anda kutip.

Meta dapat mengaktifkan tinjauan manusia atas rekaman video dan foto dari kacamata pintar Ray-Ban Stories dan model masa depan seperti Orion — hanya dengan satu toggle di pengaturan aplikasi, tanpa notifikasi eksplisit saat aktivasi. Fitur ini bukan bug, melainkan desain sengaja: data visual dikirim ke pusat data Meta untuk pelatihan model AI, termasuk sistem pengenalan objek dan konteks sosial. Pengguna tidak diberi pilihan 'opt-in' eksplisit, melainkan 'opt-out' yang terkubur dalam menu ketiga pengaturan aplikasi.

Apa yang Sebenarnya Diaktifkan Saat Anda Tekan 'Allow Human Review'

Ketika pengguna menyalakan opsi 'Allow Human Review' di aplikasi Ray-Ban, mereka secara otomatis mengizinkan tim internal Meta — bukan algoritma semata — untuk meninjau cuplikan acak dari rekaman visual yang diambil kacamata. Dilansir Engadget, proses ini melibatkan pekerja kontrak di Filipina, Kenya, dan Meksiko yang menilai konten berdasarkan panduan etika internal Meta tentang 'konteks sosial', 'emosi wajah', dan 'interaksi ruang publik'. Tidak ada batas waktu penyimpanan data; rekaman bisa dipertahankan hingga 90 hari sebelum dihapus . Asalkan tidak dipilih untuk pelatihan permanen.

Yang krusial: fitur ini aktif secara default pada perangkat baru. Artinya, pengguna yang baru membuka aplikasi pertama kali sudah berada dalam mode 'reviewable' kecuali mereka secara sadar mencari dan mematikannya. Tidak ada pop-up konfirmasi, tidak ada penjelasan dalam bahasa Indonesia, dan tidak ada ikon peringatan visual di antarmuka. Pengaturan ini juga tidak muncul di bagian 'Privacy' utama, melainkan tersembunyi di bawah 'Advanced Settings > AI Training Preferences'.

Baca juga: Dua Mobil Otonom Tabrakan di 155 mph — Uji Nyata yang Tak Bisa Dibayar Mahal

Kenapa Pengaturan Ini Berbahaya di Konteks Indonesia

Di Indonesia, regulasi perlindungan data pribadi masih dalam tahap awal implementasi. UU PDP No. 27/2022 belum mengatur secara spesifik rekaman audio-visual pasif dari perangkat wearable, apalagi ketika data tersebut dikirim lintas batas ke server di AS atau Irlandia. Padahal, kacamata pintar sering digunakan di ruang publik sensitif: masjid, kantor pemerintah, sekolah, atau area perumahan — tempat warga tidak mengharapkan rekaman visual mereka dikumpulkan tanpa izin eksplisit.

Menurut Engadget, Meta menyatakan bahwa rekaman hanya diproses jika pengguna menekan tombol rekam fisik di kacamata. Namun, laporan internal yang bocor ke media menunjukkan bahwa sensor gerak dan deteksi suara bisa memicu perekaman otomatis selama 3 detik sebelum dan sesudah tombol ditekan — artinya, data visual 'pra-rekam' tetap masuk ke pipeline pelatihan AI. Di Jakarta atau Surabaya, di mana jarak antar orang di angkutan umum bisa kurang dari satu meter, risiko pengambilan wajah tanpa persetujuan menjadi sangat nyata.

Baca juga: Mengapa Cabut Hardisk Eksternal Tanpa 'Eject' Masih Berbahaya di Era AI

Banyak pengguna Ray-Ban Stories di Indonesia membeli perangkat ini sebagai alat dokumentasi harian atau alat bantu kerja — bukan sebagai 'sensor publik' untuk pelatihan AI global. Namun, tidak ada mekanisme transparansi lokal: tidak ada versi Bahasa Indonesia dari kebijakan pelatihan AI, tidak ada audit independen terhadap praktik review manusia, dan tidak ada jalur pengaduan resmi dalam bahasa lokal. Ketika pengguna mengajukan permintaan penghapusan data via portal GDPR, respons Meta sering berbunyi 'request processed' tanpa verifikasi apakah cuplikan visual tertentu benar-benar dihapus dari dataset pelatihan.

Langkah konkret untuk memutus aliran data adalah tiga lapis: pertama, matikan 'Allow Human Review' di aplikasi Ray-Ban (Settings > Advanced > AI Training Preferences). Kedua, nonaktifkan 'Cloud Sync' agar rekaman tidak diunggah sama sekali — meski ini mengurangi fungsi pencarian berbasis AI di aplikasi. Ketiga, gunakan mode 'Local Only' di firmware versi 2.1.4 ke atas, yang membatasi semua pemrosesan ke chip onboard tanpa koneksi ke server Meta. Sayangnya, mode ini tidak tersedia untuk pengguna di wilayah Asia Tenggara karena pembatasan distribusi firmware oleh Meta.

Ilustrasi kacamata Ray-Ban Stories dengan overlay transparan menunjukkan jalur data dari lensa ke ikon server global dan tanda silang merah di atasnya
Ilustrasi: Ilustrasi kacamata Ray-Ban Stories dengan overlay transparan menunjukkan jalur data dari lensa ke ikon server global dan tanda silang merah di atasnya

Fakta tambahan yang jarang diungkap: Meta tidak hanya menggunakan data visual dari kacamata untuk pelatihan AI umum, tapi juga mengaitkannya dengan profil Facebook dan Instagram pengguna — termasuk riwayat klik, lokasi check-in, dan interaksi komentar. Artinya, cuplikan wajah Anda di halte TransJakarta bisa dikorelasikan dengan akun media sosial Anda, bahkan jika akun itu disetel 'private'. Dan tidak ada opsi untuk memutus korelasi ini di antarmuka pengaturan manapun.

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar