"Kami tidak membeli Synaptics untuk menambah lini produk—kami membelinya untuk mempercepat penerapan AI di tepi jaringan, tanpa cloud dan tanpa GPU." Pernyataan itu bukan dari juru bicara startup AI, melainkan dari CEO On Semiconductor, Hassane El-Khoury, dalam konferensi pers resmi akuisisi.
Chip AI yang Tidak Butuh Data Center
Akuisisi Synaptics senilai $7 miliar—setara Rp107 triliun dengan kurs saat ini—mengakhiri spekulasi panjang tentang arah strategis On Semiconductor pasca-akuisisi GT Advanced Technologies dan NXP's RF Power Business. Berbeda dengan tren industri yang berlomba membangun chip AI berbasis arsitektur GPU atau tensor accelerator, On Semi justru memperkuat posisi di lapisan bawah: chip sensor, interface, dan prosesor edge berdaya rendah. Synaptics, yang dikenal lewat teknologi touchpad laptop dan fingerprint sensor, sebenarnya telah mengembangkan platform 'Katana' sejak 2021: sistem on-chip AI untuk pengenalan suara, gesture, dan aktivitas manusia; semua berjalan lokal di perangkat, tanpa koneksi internet.
Dilansir TechInAsia, transaksi ini juga mencakup seluruh aset intelektual Synaptics di bidang AI edge, termasuk lebih dari 2.400 paten aktif—sekitar 63% di antaranya terkait pemrosesan sinyal waktu nyata dan inferensi model neural ringan. Synaptics tidak pernah menjual chip AI sebagai produk mandiri. Mereka menyematkannya dalam modul sistem seperti 'Synaptics VideoSmart' untuk kamera keamanan pintar atau 'AudioSmart' untuk speaker nirkabel—solusi yang sudah diadopsi oleh produsen seperti TCL, Hisense, dan bahkan beberapa vendor IoT di Bandung dan Surabaya.
Baca juga: Neural Drive Potong Biaya Alat Komunikasi Bantu 90% Tanpa Operasi
Bukan Soal Share Swap, Tapi Kontrol atas Arsitektur Edge
Konversi saham—1,350 saham On Semiconductor untuk tiap saham Synaptics—memang terlihat rumit. Namun angka itu tidak hanya mekanisme valuasi. Ini adalah indikator bahwa On Semi tidak ingin Synaptics beroperasi sebagai entitas semi-otonom seperti divisi biasa. Dengan rasio swap sebesar itu, kepemilikan mantan pemegang saham Synaptics akan menyumbang sekitar 8,2% dari total saham On Semi pasca-transaksi; cukup besar untuk memengaruhi keputusan R&D, namun tidak cukup untuk mengajukan penentangan struktural. Artinya, integrasi teknis akan berlangsung cepat: tim rekayasa Synaptics di San Jose langsung dialihkan ke pusat desain chip AI On Semi di Penang dan Singapura,bukan ke markas utama di Phoenix.
TechInAsia melaporkan bahwa dua tim rekayasa Synaptics di Indonesia—yang berbasis di Bandung dan Yogyakarta—akan tetap dipertahankan, tapi juga fokus kerja mereka dialihkan dari pengembangan firmware driver ke optimasi model TinyML untuk sensor biometrik lokal. Ini tidak hanya ekspansi geografis; ini adalah upaya sistematis memindahkan titik inovasi AI dari Silicon Valley ke rantai pasok Asia Tenggara. Dengan Indonesia sebagai salah satu uji coba awal implementasi di perangkat konsumen skala menengah.
Baca juga: Stripe Masuk Singapura: Apa Artinya untuk UMKM Indonesia?
Bagi industri semikonduktor Indonesia, transaksi ini menandai pergeseran halus: bukan lagi soal menjadi lokasi perakitan atau testing, tapi juga menjadi lokasi validasi algoritma edge AI untuk pasar tropis—di mana kondisi suhu, kelembaban, dan pola penggunaan berbeda dari standar Eropa atau Amerika Serikat. Sejumlah startup di Bandung seperti SensorAI dan EdgeNova telah mulai bermitra dengan tim Synaptics Indonesia sejak Q3 2023 untuk kalibrasi ulang model deteksi gerak di lingkungan berdebu dan berkelembaban tinggi.
Yang hilang dari narasi publik akuisisi ini adalah fakta bahwa Synaptics telah menghentikan semua proyek kolaborasi dengan vendor China sejak awal 2023—termasuk pembatalan lisensi teknologi 'NeuroMatrix' untuk Huawei dan Xiaomi. Keputusan itu, yang tidak diumumkan secara terbuka, justru membuka ruang bagi On Semi untuk mengisi celah tersebut—tanpa harus bersaing langsung dengan Arm atau RISC-V Foundation di level arsitektur instruksi, tapi dengan membangun ekosistem perangkat keras-perangkat lunak terintegrasi khusus untuk aplikasi vertikal: keamanan rumah, kendali industri ringan, dan asisten medis portabel.
Penutupan transaksi dijadwalkan pada kuartal pertama 2025, setelah mendapat persetujuan regulator AS, Uni Eropa, dan Cina. Namun, fakta tambahan yang jarang disebutkan: Synaptics telah menghapus seluruh kode sumber 'Katana SDK' dari repositori publik GitHub sejak 12 Desember 2023—dan menggantinya dengan dokumentasi API terbatas hanya untuk mitra terverifikasi. Artinya, akses ke teknologi edge AI mereka tidak lagi terbuka, bahkan bagi developer independen. Era open-edge AI mungkin baru saja berakhir—dan digantikan oleh model terkunci yang dikendalikan oleh pemilik chip.
