Ainesia
Startup & Bisnis AI

Zhipu Bangun Data Center AI 1GW Pakai Chip Lokal

Startup China Zhipu memulai pembangunan pusat data AI 1GW berbasis chip domestik — langkah strategis pasca-masuk daftar sanksi AS dan dorongan kebijakan nasional.

(21 Juli 2026)
4 menit baca
Zhipu AI data center building: Zhipu Bangun Data Center AI 1GW Pakai Chip Lokal
Ilustrasi Zhipu Bangun Data Center AI 1GW Pakai Chip Lokal.

Bayangkan sebuah gedung server setinggi delapan lantai di pinggiran Beijing, lampu indikator berkedip serentak seperti kota mini dalam gelap. Di dalamnya, tidak ada chip dari NVIDIA atau AMD. Semua prosesor, akselerator, dan interkoneksi dibuat di dalam negeri — oleh perusahaan seperti Huawei Ascend, Cambricon, dan Zhipu sendiri. Ini bukan skenario fiksi ilmiah. Ini adalah data center AI 1GW yang mulai dibangun Zhipu pada awal kuartal kedua 2024.

Chip Lokal Bukan Pilihan, Tapi Satu-satunya Jalan

Pembangunan pusat data ini tidak hanya ekspansi kapasitas. Ia adalah respons langsung terhadap batasan ekspor semikonduktor AS yang diperketat sejak Oktober 2023. Zhipu masuk dalam Entity List Departemen Perdagangan AS pada Desember 2023 — daftar yang melarang perusahaan Amerika menjual teknologi canggih tanpa izin khusus. Akibatnya, akses ke GPU generasi terbaru seperti H100 atau A100 terputus. Menurut TechInAsia, langkah Zhipu ini merupakan bagian dari 'strategi bertahan jangka panjang' yang mengubah ketergantungan menjadi kemandirian teknis.

Tidak seperti perusahaan lain yang mengandalkan impor chip lalu mengoptimalkan perangkat lunak, Zhipu memilih jalur vertikal penuh: desain model bahasa besar (GLM), kompilasi runtime, hingga arsitektur hardware. Platform GLM-4 sudah dioptimalkan untuk Ascend 910B dan Kunlun X100 — dua chip AI buatan Huawei dan Baidu yang kini menjadi tulang punggung infrastruktur nasional. Data center 1GW ini akan menampung lebih dari 10.000 unit server berbasis chip lokal, dengan konsumsi daya setara 1.000 rumah tangga kelas menengah per jam.

Baca juga: DBS dan Stripe Kolaborasi AI untuk Bayar Lintas Negara di Asia

Bukan Sekadar Substitusi, tapi juga Rekayasa Ulang Arsitektur

Yang membedakan proyek ini dari upaya serupa di masa lalu adalah pendekatan rekayasa ulang sistem secara menyeluruh. Zhipu tidak hanya 'mengganti' GPU asing dengan chip lokal, tetapi juga merancang ulang stack komputasi — mulai dari driver level hingga framework pelatihan distribusi. Mereka menggunakan teknik sparsity-aware training dan mixed-precision quantization khusus agar performa chip Ascend 910B mendekati 85% dari H100 dalam tugas inference tertentu, menurut laporan internal yang dikutip TechInAsia.

Ini berarti Zhipu harus membangun ekosistem baru: compiler khusus bernama 'ZhiCompiler', library optimasi 'ZhiOps', dan bahkan sistem manajemen energi berbasis AI yang bisa menyesuaikan beban kerja sesuai fluktuasi listrik nasional. Dalam praktiknya, data center ini tidak hanya menjalankan model AI, tapi juga belajar mengatur dirinya sendiri — termasuk mematikan node yang tidak efisien selama jam rendah permintaan. Pendekatan ini jauh melampaui sekadar 'porting software' ke hardware baru.

Baca juga: Startup ASEAN: Apa Arti '18 Bulan Runway' di Tengah Krisis Likuiditas?

Di tengah tekanan geopolitik, kebijakan nasional China juga mendorong percepatan. Program 'AI Core Infrastructure Initiative' yang diluncurkan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) pada Januari 2024 memberikan insentif pajak hingga 30% bagi proyek infrastruktur AI berbasis chip domestik. Zhipu menjadi salah satu penerima pertama bantuan non-tunai berupa akses prioritas ke fasilitas fabrikasi SMIC dan dukungan riset dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Ilustrasi data center Zhipu di Beijing dengan panel pendingin cair dan rak server berlabel 'Ascend 910B' serta 'GLM-4 Optimized'
Ilustrasi: Ilustrasi data center Zhipu di Beijing dengan panel pendingin cair dan rak server berlabel 'Ascend 910B' serta 'GLM-4 Optimized'

Dampaknya tidak hanya teknis. Proyek ini memicu pergeseran rantai pasok global. Produsen motherboard di Shenzhen mulai menghentikan produksi board berbasis PCIe 5.0 untuk GPU AS, dan beralih ke desain custom berbasis interkoneksi CXL 3.0 dan interkoneksi chip-to-chip Huawei. Bahkan vendor pendingin cair seperti Asetek China kini menawarkan solusi khusus untuk densitas thermal chip Kunlun X100 — yang mencapai 750W per rack, jauh di atas rata-rata industri 400W.

Rangkuman dampak langsung dari pembangunan data center ini bersifat konkret dan berjenjang: pertama, Zhipu kini bisa memperluas layanan cloud AI-nya tanpa takut terkena embargo mendadak; kedua, ekosistem chip lokal mendapat validasi pasar nyata, bukan sekadar uji laboratorium. Ketiga, pelanggan korporat seperti bank dan operator telekomunikasi di Tiongkok mulai beralih dari layanan hybrid (campuran chip asing dan lokal) ke full-stack domestik karena jaminan kelangsungan pasokan. Keempat, tekanan terhadap harga chip AI impor di pasar abu-abu Tiongkok turun signifikan — harga H100 bekas di Shenzhen anjlok 42% sejak Maret 2024, menurut data platform penjualan hardware lokal Zhongguancun.com.

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar