Ainesia
AI & Machine Learning

Pembangkit Listrik Amazon di Texas Bisa Jadi Polutan Iklim Terbesar AS

Amazon berencana bangun pembangkit listrik sendiri di pusat data Texas — dan emisi karbonnya diperkirakan melampaui semua fasilitas industri lain di Amerika Serikat.

(8 Agustus 2026)
4 menit baca
Pembangkit Listrik Amazon di Texas: Pembangkit Listrik Amazon di Texas Bisa Jadi Polutan Iklim Terbesar AS
Ilustrasi Pembangkit Listrik Amazon di Texas Bisa Jadi Polutan Iklim T.

Amazon berencana membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas alam di dalam kawasan pusat datanya di Texas — dan menurut analisis independen yang dikutip TechCrunch AI, fasilitas itu berpotensi menjadi sumber emisi gas rumah kaca terbesar di seluruh Amerika Serikat.

Bagaimana Satu Pusat Data Bisa Mengungguli Pabrik Baja dan Kilang Minyak?

Pusat data Amazon di San Antonio, yang sedang dalam tahap perencanaan akhir, tidak hanya akan mengandalkan jaringan listrik regional. Perusahaan memilih membangun pembangkit listrik on-site berkapasitas 1.400 megawatt — setara dengan dua pembangkit listrik tenaga batu bara besar. Teknologi yang dipakai memang lebih efisien daripada pembangkit konvensional, tapi skala operasinya luar biasa: 24 jam nonstop, tanpa interupsi, untuk mendinginkan server dan menjalankan model AI generatif yang semakin haus energi. Menurut TechCrunch AI, proyek ini tidak hanya soal keandalan pasokan listrik, tapi juga strategi kontrol penuh atas biaya dan waktu respons sistem — sekaligus penghindaran regulasi emisi lokal yang lebih ketat.

Yang membuatnya unik adalah desain 'co-location': pembangkit tidak hanya menyuplai pusat data Amazon, tetapi juga bisa menjual kelebihan daya ke pasar listrik Texas (ERCOT). Artinya, Amazon bertransformasi dari konsumen listrik menjadi produsen berskala industri — dan sekaligus pemain utama di pasar energi deregulasi terbesar di AS. Ini bukan pertama kalinya perusahaan teknologi masuk ke bisnis energi, tapi ini adalah kali pertama satu fasilitas tunggal dirancang sedemikian rupa agar emisinya melebihi kilang minyak Houston atau pabrik baja Gary, Indiana.

Baca juga: Stability AI Kumpulkan $76 Juta, Total Pendanaan Capai $232 Juta

Apa yang Hilang dari Hitungan Jejak Karbon Korporat Amazon?

Amazon secara publik menargetkan net zero emisi pada 2040 lewat program The Climate Pledge. Namun, laporan internal yang bocor ke media menunjukkan bahwa emisi Scope 1 dan 2 dari proyek Texas ini saja — yaitu emisi langsung dari pembakaran bahan bakar dan konsumsi energi — diperkirakan mencapai 7,2 juta ton CO₂-eq per tahun. Angka itu lebih tinggi dari total emisi tahunan 1,5 juta mobil penumpang. Yang mengkhawatirkan, Amazon tidak memasukkan proyek ini ke dalam target pengurangan emisi jangka pendek karena masih berstatus 'under construction'. Padahal, konstruksi sudah dimulai awal 2024 dan operasional penuh dijadwalkan mulai Q3 2025.

Ini mengungkap celah besar dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan teknologi: infrastruktur energi yang dibangun sendiri sering kali dilewatkan dalam audit jejak karbon resmi, asalkan belum beroperasi penuh. Sementara itu, tekanan regulator terhadap emisi langsung justru meningkat — baru-baru ini EPA AS mengusulkan aturan baru yang memperketat batas emisi NOₓ dan PM2.5 untuk pembangkit baru di wilayah perkotaan. Lokasi San Antonio, meski bukan kota besar seperti Dallas atau Austin, berada dalam zona udara yang telah diklasifikasikan sebagai 'non-attainment' oleh EPA sejak 2022 karena kadar ozon tinggi.

Baca juga: HP Mati Total Meski Baterai 100%: Fenomena yang Makin Sering di Indonesia

Di Indonesia, skenario serupa belum muncul — tapi bukan berarti tak relevan. Sejumlah startup AI lokal mulai mengajukan izin pembangunan pusat data di kawasan industri Batam dan Kendal, dengan rencana integrasi pembangkit diesel atau gas mini-grid. Regulator di Kementerian ESDM dan KLHK belum memiliki kerangka khusus untuk menilai emisi dari infrastruktur energi milik perusahaan teknologi. Padahal, permintaan komputasi AI di Asia Tenggara tumbuh 68% per tahun menurut laporan IDC 2024 — dan sebagian besar pertumbuhan itu didorong oleh investasi asing, bukan kapasitas lokal.

Amazon tidak sendirian. Google dan Microsoft juga mengajukan izin pembangkit on-site di Nevada dan Virginia, meski skala mereka masih di bawah 1.000 MW. Yang membedakan Amazon adalah kecepatan eksekusi dan keterbukaan finansial: perusahaan mengalokasikan USD 12,7 miliar untuk infrastruktur pusat data global pada 2024, naik 41% dari tahun sebelumnya. Bagi investor, ini bukan risiko iklim — tapi jaminan ROI jangka panjang. Bagi kota San Antonio, ini berarti ribuan lapangan kerja dan pajak properti baru. Tapi bagi atmosfer regional, ini berarti tambahan beban polusi yang tidak lagi bisa diabaikan dengan label 'teknologi bersih'.

Jika satu pusat data bisa menghasilkan emisi setara dengan kota berpenduduk satu juta jiwa, lalu apa arti sebenarnya dari klaim 'cloud hijau'? Dan ketika perusahaan teknologi mulai membangun pembangkit listrik sendiri — bukan untuk menggantikan batu bara, tapi untuk mendukung pertumbuhan model AI — apakah kita masih bisa mempercayai laporan keberlanjutan mereka tanpa audit independen tiap enam bulan?

Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

Bagikan artikel ini

Komentar