Puluhan akun populer dengan sentimen pro-Trump terungkap berbasis di luar Amerika Serikat pada akhir tahun lalu setelah fitur transparansi diaktifkan. Amerika Serikat dan Jepang mencatat jumlah pengguna terbesar di platform X saat ini berdasarkan data internal perusahaan. Fitur transparansi platform menunjukkan lokasi asli mereka berada di negara seperti India, Kenya, dan Nigeria yang jauh dari lokasi yang diklaim pemiliknya. Akun-akun ini sebelumnya berhasil meraih jutaan suka, tayangan, serta repost seolah-olah berasal dari Negeri Paman Sam secara tidak jujur.
Nikita Bier, Kepala Produk perusahaan, mengumumkan pembaruan insentif berbagi pendapatan untuk mengatasi masalah tersebut secara resmi melalui unggahan media sosial. Kebijakan baru memberikan bobot lebih besar pada keterlibatan dari wilayah asal pengguna daripada interaksi global yang tidak relevan. Langkah ini diambil agar konten lebih relevan bagi orang di negara mereka sendiri serta tetangga terdekat. Manajemen ingin memastikan aliran pendapatan sesuai dengan demografi audiens nyata yang berinteraksi dengan konten harian.
Dilansir Engadget, Bier menyatakan perubahan kebijakan bertujuan mendorong konten yang resonan dengan tetangga negara dan penutur bahasa yang sama secara spesifik. Perusahaan menghargai setiap opini tentang politik Amerika Serikat dari mana pun asalnya tanpa ada larangan berbicara. Namun, mereka berharap kebijakan baru dapat mencegah permainan perhatian pada akun Amerika Serikat atau Jepang yang mendominasi platform. Fokus utama kini bergeser pada relevansi lokal daripada viralitas global semata untuk keuntungan finansial creator.
Baca juga: Ultrahuman Kembali ke AS: Mampukah Ring Pro Geser Oura?
Bier menekankan bahwa komunitas akan menjadi lebih kaya ketika ada kiriman relevan untuk orang di seluruh bagian dunia yang beragam. Ia tidak menyebutkannya secara langsung, namun konteks ini menjadi dasar perubahan aturan monetisasi yang kontroversial di kalangan pengguna internasional. Strategi ini diharapkan menciptakan lingkungan konten yang lebih beragam secara geografis dan tidak terpusat pada satu negara saja. Prioritas utama adalah memastikan konten memberikan nilai bagi audiens di wilayah masing-masing creator.
Tantangan Bagi Pengguna di Negara Kecil
Seorang pengguna menanggapi bahwa beberapa negara hampir tidak memiliki pengguna sama sekali di platform tersebut sehingga sulit bersaing. Kondisi tersebut membuat mereka sulit menghasilkan uang dari situs web tersebut meskipun aktif membuat konten berkualitas tinggi setiap hari. Bier hanya menyarankan agar mereka menulis tentang pengalaman sehari-hari mereka sendiri yang unik dan menarik bagi lokal. Ia menganggap cerita lokal memiliki nilai tersendiri bagi audiens spesifik yang mungkin mencari informasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengguna tetap boleh menyuarakan pendapat tentang politik Amerika tanpa batasan apapun dari pihak manajemen platform. Perusahaan hanya tidak akan mengirim uang ke luar negeri untuk konten semacam itu secara spesifik demi efisiensi anggaran. Kebijakan baru X akan mulai berlaku pada Kamis, 26 Maret mendatang sebagai tanggal efektif implementasi sistem. Tanggal tersebut menjadi tenggat waktu penting bagi creator untuk menyesuaikan strategi konten mereka sebelum aturan baru berjalan.
Baca juga: Apple Wajibkan Verifikasi Usia 18 Tahun untuk iCloud di Inggris
Pembatalan Mendadak dari Pimpinan
Pembaruan pada 25 Maret 2026 pukul 11.30 pagi waktu timur menyebutkan perubahan rencana tersebut secara tiba-tiba sebelum berlaku. Menurut cuitan dari Musk, X akan menjeda rencana ini hingga pertimbangan lebih lanjut dilakukan oleh tim eksekutif. Artikel ini awalnya muncul di Engadget pada tanggal yang sama dengan informasi pembaruan tersebut mengenai pembatalan sementara. Situasi tersebut menggambarkan dinamika internal yang sangat cepat dalam pengambilan keputusan perusahaan teknologi besar.
Perubahan kebijakan monetisasi ini memicu diskusi mengenai siapa yang berhak mendapatkan kompensasi finansial secara adil di seluruh dunia. Apakah fokus pada audiens lokal justru membatasi kebebasan berekspresi creator global di platform media sosial modern? Bagaimana nasib creator di negara berkembang yang ingin membahas isu internasional tanpa kehilangan sumber pendapatan utama mereka?
