Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Blue Origin Ajukan 51.600 Satelit untuk Pusat Data AI

Blue Origin mengajukan izin FCC untuk Project Sunrise, konstelasi 51.600 satelit pusat data AI di orbit untuk efisiensi komputasi.

(2 jam yang lalu)
4 menit baca
Rocket launch from coastal site: Blue Origin Ajukan 51.600 Satelit untuk Pusat Data AI
Ilustrasi Blue Origin Ajukan 51.600 Satelit untuk Pusat Data AI.
IKLAN

"Project Sunrise will enable US companies developing and using AI to flourish," tulis Blue Origin dalam dokumen resmi mereka. Pernyataan ini tidak hanya janji manis, tapi juga bagian dari rencana konkret mengorbitkan pusat data ke luar angkasa. Perusahaan tersebut ingin mempercepat terobosan dalam machine learning melalui infrastruktur orbital yang mereka rancang.

Blue Origin telah mengungkapkan rencana sistem pusat data AI orbital dalam pengajuan baru kepada Federal Communications Commission. Mereka meminta izin kepada agen regulator untuk mengerahkan sebanyak 51.600 satelit ke orbit bumi. Langkah ambisius ini dilaporkan oleh Wall Street Journal dan SpaceNews sebagai upaya serius menyediakan kapasitas komputasi.

Spesifikasi Teknis Konstelasinya

Initiatif bernama Project Sunrise ini bertujuan meluncurkan dan mengoperasikan konstelasi satelit khusus. Satelit-satelit tersebut akan ditempatkan pada orbit sun-synchronous dengan ketinggian bervariasi. Altitude orbit berada di antara 311 hingga 1.118 mil dari permukaan planet bumi.

Baca juga: Alphabet Lepas Kendali Verily Health Inc Usai Investasi 300 Juta Dolar

Setiap lapisan dalam konstelasi akan memiliki jumlah satelit antara 300 hingga 1.000 unit. Jarak antar satelit dalam lapisan tersebut diperkirakan sekitar 3 hingga 6 mil. Konfigurasi ini dirancang untuk memastikan cakupan layanan komputasi yang stabil dan konsisten bagi pengguna.

Ilustrasi konstelasi satelit Blue Origin mengorbit bumi dengan panel surya terbuka di ruang angkasa
Ilustrasi: Ilustrasi konstelasi satelit Blue Origin mengorbit bumi dengan panel surya terbuka di ruang angkasa

Dalam pengajuan mereka, Blue Origin menyatakan konstelasi ini akan melengkapi pusat data terestrial yang ada. Satelit akan dilengkapi panel surya untuk mampu mengumpulkan energi langsung dari matahari. Sumber energi bersih ini menjadi kunci utama dalam operasional sistem pusat data orbital mereka nantinya.

Efisiensi Biaya dan Kompetisi

Blue Origin menjelaskan bahwa pusat data AI orbital akan menurunkan biaya marginal kapasitas komputasi dibandingkan alternatif darat. Satelit bertenaga matahari tidak membutuhkan lahan fisik untuk pembangunan infrastruktur. Mereka juga tidak memerlukan infrastruktur jaringan listrik konvensional yang mahal.

Baca juga: OhSnap MCON Controller Diskon Jadi $99,99 untuk Ponsel

Proyek ini diharapkan memungkinkan perusahaan Amerika Serikat yang mengembangkan AI untuk berkembang pesat. Percepatan akan terjadi pada bidang machine learning, sistem otonom, dan analitik prediktif. Dengan mengajukan permintaan ke FCC, Blue Origin resmi bergabung dengan SpaceX dalam daftar perusahaan pembangun pusat data AI di luar angkasa.

Pada Januari, SpaceX meminta FCC izin mengerahkan 1 juta satelit untuk konstelasinya sendiri. Perusahaan tersebut membenarkan langkah itu dengan menyatakan pusat data orbital adalah cara paling efisien. Mereka menyebut metode ini solusi terbaik memenuhi permintaan daya komputasi AI yang terus meningkat cepat.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN