Ainesia
Ainesia
IKLAN
Startup & Bisnis AI

SK On Pangkas 37 Persen Staf AS Akibat Permintaan EV Melambat

SK On mengurangi 37 persen staf AS seiring Ford hentikan F-150 Lightning dan subsidi Trump dihapus. Industri kendaraan listrik menghadapi penyesuaian besar.

(7 Maret 2026)
3 menit baca
SK On Battery Exhibition: SK On Pangkas 37 Persen Staf AS Akibat Permintaan EV Melambat
Ilustrasi SK On Pangkas 37 Persen Staf AS Akibat Permintaan EV Melamba.
IKLAN

Pemangkasan 37 persen staf di Amerika Serikat menjadi pernyataan nyata dari SK On mengenai kondisi pasar saat ini. Perusahaan baterai tersebut mengambil keputusan besar seiring melambatnya permintaan kendaraan listrik secara signifikan. Keputusan ini mencerminkan realitas baru yang dihadapi pelaku industri energi terbarukan di wilayah tersebut. Manajemen perusahaan merespons tekanan pasar dengan mengurangi beban operasional secara besar-besaran.

Langkah pengurangan tenaga kerja ini mengikuti keputusan Ford yang menghentikan produksi F-150 Lightning secara mendadak. Lini produksi mobil listrik populer tersebut kini tidak lagi beroperasi sesuai rencana awal. Hal ini memberikan sinyal kuat mengenai perubahan strategi di sektor manufaktur otomotif besar. Kemitraan antara pemasok baterai dan produsen mobil terkena dampak langsung dari penghentian ini.

Faktor kebijakan pemerintah juga memainkan peran sentral dalam perubahan struktur industri ini. Administrasi Trump telah menghapus subsidi federal senilai US$7.500 per kendaraan listrik. Hilangnya insentif finansial tersebut langsung mempengaruhi kalkulasi ekonomi bagi produsen dan konsumen akhir. Kebijakan ini mengubah landasan ekonomi yang sebelumnya mendukung pertumbuhan pesat sektor kendaraan listrik.

Baca juga: Moonshot AI Bidik Valuasi US$18 Miliar dalam Putaran Dana Baru

Ilustrasi pabrik baterai mobil listrik dengan garis produksi yang sebagian berhenti beroperasi
Ilustrasi: Ilustrasi pabrik baterai mobil listrik dengan garis produksi yang sebagian berhenti beroperasi

Dampak Penghapusan Subsidi Terhadap Permintaan

Penghapusan subsidi federal mengubah struktur harga kendaraan listrik di pasar Amerika Serikat secara mendasar. Konsumen kini menghadapi beban biaya tambahan tanpa bantuan pemerintah sebesar US$7.500 untuk setiap unit. Kondisi ini secara langsung memperlambat laju adopsi teknologi kendaraan listrik di negara tersebut. Permintaan yang melambat menjadi alasan utama di balik keputusan strategis berbagai perusahaan.

SK On harus menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan yang mengalami penurunan tajam. Pengurangan 37 persen staf merupakan respons langsung terhadap kondisi permintaan yang melambat drastis. Efisiensi operasional menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian kebijakan subsidi federal. Perusahaan berupaya bertahan dengan struktur biaya yang lebih ramping sesuai volume pasar baru.

Penyesuaian Rantai Pasokan Industri

Hubungan antara produsen mobil dan pemasok komponen mengalami ujian berat akibat perubahan kebijakan ini. Ford menghentikan produksi F-150 Lightning yang berdampak pada rantai pasokan baterai di sekitarnya. SK On sebagai pemasok utama harus melakukan efisiensi untuk menjaga keberlangsungan bisnis jangka panjang. Langkah ini menunjukkan ketergantungan tinggi industri pada stabilitas regulasi pemerintah.

Baca juga: Pelacak TechInAsia Soroti Pendanaan Teknologi India

Perubahan kebijakan subsidi ini mengembalikan kondisi industri ke fase sebelum insentif diterapkan oleh pemerintah federal. Pola penghapusan dukungan finansial sering diikuti penyesuaian produksi massal di sektor otomotif nasional. Siklus ini menandai kembali ke mekanisme pasar tanpa intervensi bantuan federal yang sebelumnya ada. Industri kini menghadapi dinamika serupa dengan periode sebelum adanya dorongan subsidi besar-besaran.

Dikutip dari TechInAsia

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN