Pada suatu hari di akhir Januari, transaksi besar itu akhirnya tertutup secara resmi di Washington. Meja perjanjian menandatangani kesepakatan yang mengikat beberapa raksasa teknologi global saat itu dengan ketat. Uang dalam jumlah signifikan mulai berpindah tangan menuju kas pemerintah federal sesuai jadwal yang ditentukan. Langkah ini menandai realisasi dari janji politik yang pernah terlontar beberapa bulan sebelumnya kepada media.
Donald Trump sebenarnya sudah menyisyaratkan hal ini sejak September lalu kepada publik secara terbuka. Ia mengklaim Amerika Serikat akan menerima biaya besar karena menjadi perantara kesepakatan TikTok yang rumit. Kini sumber dari Wall Street Journal dan New York Times mengonfirmasi angka tersebut secara rinci dan valid. Fee yang diharapkan berada di kisaran 10 miliar dolar Amerika Serikat menurut laporan mereka yang kredibel.
Investor baru memegang peranan kunci dalam aliran dana ini sejak awal perencanaan strategis. Oracle dan Silver Lake disebut sebagai pihak yang supposedly membayar jumlah tersebut kepada negara sepenuhnya. Laporan menyebutkan sebagian uang sudah masuk ke Treasury saat kesepakatan tertutup pada 22 Januari kemarin. Jumlah yang sudah dibayarkan mencapai 2,5 miliar dolar sebagai pembayaran awal yang signifikan.
Mekanisme Pembayaran Bertahap
Sisa dari total nilai transaksi tidak diserahkan sekaligus dalam satu waktu tertentu kepada pemerintah. Pemerintah menetapkan skema pembayaran dilakukan dalam cicilan atau pembayaran bertahap sesuai perjanjian yang telah ditandatangani. Struktur ini memungkinkan arus kas masuk secara bertahap ke rekening negara tanpa gangguan berarti. Oracle dan Silver Lake menanggung beban investasi tersebut sebagai investor baru yang terlibat secara langsung.
Langkah ini menjadi contoh terbaru dari administrasi Trump yang memasukkan diri ke dalam bisnis swasta dengan agresif. Cara yang dilakukan dianggap belum pernah terjadi sebelumnya atau unprecedented ways oleh para pengamat kebijakan. Intervensi langsung ke sektor swasta menimbulkan pertanyaan mengenai batasan otoritas eksekutif dalam ekonomi nasional. Pemerintah mengambil posisi aktif dalam struktur kepemilikan perusahaan teknologi besar di negeri ini.
Bayang-bayang Kasus Intel
Pola serupa sebenarnya sudah terlihat pada kasus lain tahun lalu secara jelas dan terang. Administrasi tersebut mengambil kepemilikan saham sebesar 10 persen di Intel pada Agustus lalu sebagai investasi. Tindakan tersebut memberikan gambaran bagaimana negara terlibat dalam valuasi korporasi swasta secara langsung dan nyata. Kasus TikTok mengikuti jejak preseden yang ditetapkan oleh kesepakatan Intel sebelumnya dengan pola sama.
Publik kini menyaksikan bagaimana batas antara regulasi dan partisipasi bisnis semakin kabur di mata dunia. Apakah langkah pemerintah mengambil bagian keuntungan dari deal swasta akan menjadi norma baru bagi negara? Masyarakat menunggu kejelasan mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini terhadap pasar global.
