Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

X Luncurkan Label Paid Partnership untuk Transparansi Iklan

X menghadirkan fitur label Paid Partnership bawaan untuk membantu kreator mematuhi regulasi FTC. Fitur ini menggantikan penggunaan tagar manual yang selama ini berlaku.

(2 Maret 2026)
3 menit baca
Social media post with paid partnership label: X Luncurkan Label Paid Partnership untuk Transparansi Iklan
Ilustrasi X Luncurkan Label Paid Partnership untuk Transparansi Iklan.
IKLAN

Nikita Bier, kepala produk platform tersebut, secara resmi mengumumkan kehadiran fitur label Paid Partnership bawaan bagi para kreator. Kreator kini dapat menerapkan label ini pada unggahan yang disponsori tanpa bergantung pada solusi alternatif yang ada sebelumnya. Fitur ini dirancang untuk memberikan kejelasan identitas iklan bagi seluruh pengguna aplikasi media sosial tersebut.

Sistem baru ini menambahkan tombol toggle yang menempatkan label pengungkapan tepat di bawah konten postingan yang dipublikasikan. Pengguna juga memiliki kemampuan untuk menerapkan label tersebut secara retroaktif pada konten lama yang sudah tayang di profil. Langkah ini secara efektif menggantikan ketergantungan pada tagar yang selama ini menjadi satu-satunya opsi tersedia bagi pengguna.

Label ini dirancang khusus untuk membantu kreator mematuhi regulasi FTC yang sudah berusia tahunan dan mengikat secara hukum. Badan agency tersebut mengirimkan surat yang mengingatkan influencer tentang persyaratan ini pada 2017 lalu. Instagram menambahkan fitur pengungkapan pada tahun yang sama dengan surat peringatan tersebut dikeluarkan.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Ilustrasi antarmuka aplikasi X menampilkan tombol toggle Paid Partnership di bawah postingan kreator
Ilustrasi: Ilustrasi antarmuka aplikasi X menampilkan tombol toggle Paid Partnership di bawah postingan kreator

Kepatuhan Regulasi dan Sejarah Fitur

Tanpa alat native, kreator X terpaksa menggunakan tagar seperti #ad dan #paidpartnership secara manual dalam setiap unggahan. Keberadaan alat resmi ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi audiens yang mengonsumsi konten harian di beranda. Hal ini sejalan dengan upaya platform untuk menstandarisasi konten komersial di dalam platform mereka secara lebih rapi.

X telah mencoba merayu kreator selama beberapa waktu dengan berbagai alat pendukung ekonomi digital yang menguntungkan. Mereka menawarkan berbagi pendapatan iklan dan langganan kreator sebagai insentif utama bagi pembuat konten. Namun, platform masih bergumul dengan masalah citra utama pasca serangkaian skandal yang terjadi berturut-turut belakangan ini.

Tantangan Reputasi Platform

Salah satu skandal melibatkan Grok yang membuat CSAM yang menjadi perhatian serius publik dan regulator keamanan. Platform milik Elon Musk ini sedang berada di bawah investigasi baik di dalam negeri maupun luar negeri saat ini. Perilaku agen AI tersebut menjadi fokus pemeriksaan otoritas terkait keamanan konten dan etika teknologi.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Kehadiran label ini memberikan dampak langsung pada transparansi iklan di media sosial global yang semakin ketat. Kreator mendapatkan alat kepatuhan yang lebih mudah diakses tanpa ribet menggunakan tagar manual yang sering terlewat. Pengguna akhirnya dapat mengidentifikasi konten berbayar dengan lebih mudah dan akurat sesuai standar yang berlaku.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN