Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Starlink V2 Targetkan Kecepatan 150 Mbps Mulai 2027

Starlink mempersiapkan satelit generasi V2 dengan kecepatan 150 Mbps. Michael Nicolls paparkan roadmap di MWC untuk konektivitas global.

(2 Maret 2026)
3 menit baca
Satellites beaming internet to Earth: Starlink V2 Targetkan Kecepatan 150 Mbps Mulai 2027
Ilustrasi Starlink V2 Targetkan Kecepatan 150 Mbps Mulai 2027.
IKLAN

Bayangkan Anda sedang berada di tengah wilayah terpencil yang jauh dari jangkauan menara sinyal konvensional saat ini. Biasanya, aktivitas sederhana seperti mengirim pesan atau memutar video menjadi tugas yang hampir mustahil dilakukan tanpa koneksi stabil yang memadai. Situasi frustrasi seperti ini mungkin segera menjadi masa lalu berkat rencana ambisius dari jaringan satelit generasi terbaru yang sedang dikembangkan oleh perusahaan antariksa. Starlink sedang mempersiapkan peluncuran generasi kedua satelit mereka yang menjanjikan kecepatan setara jaringan darat biasa bagi pengguna di lokasi sulit.

Dalam sebuah keynote di Mobile World Congress, eksekutif Starlink memaparkan peta jalan untuk peningkatan perusahaan menuju generasi berikutnya dari satelit bernama V2. Michael Nicolls, wakil presiden senior teknik Starlink milik SpaceX, berbicara selama keynote MWC mengenai visi besar tersebut kepada hadirin industri. Ia menegaskan tujuan utama dari pengembangan sistem ini adalah menyediakan konektivitas seperti terrestrial saat terhubung ke sistem satelit di mana saja. Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh spesifikasi teknis yang akan dihadirkan pada konstelasi baru tersebut untuk mengubah pengalaman pengguna.

Nicolls merinci bahwa konstelasi satelit V2 dapat menawarkan kecepatan unduh hingga 150 Mbps dalam kondisi ideal, membandingkannya dengan pengalaman broadband rumahan. Kondisi ideal ini menjadi kunci agar pengguna merasakan pengalaman yang mirip dengan jaringan 5G terrestrial berkinerja tinggi tanpa lag berarti. Dalam kondisi yang tepat, sistem ini seharusnya terlihat dan terasa seperti terhubung ke jaringan terrestrial berkinerja tinggi yang stabil. Angka kecepatan ini menjadi tolak ukur utama bagi peningkatan kualitas layanan internet satelit global yang selama ini terbatas kapasitasnya.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Ilustrasi satelit Starlink V2 mengorbit bumi dengan gelombang sinyal menjangkau wilayah kutub dan perkotaan
Ilustrasi: Ilustrasi satelit Starlink V2 mengorbit bumi dengan gelombang sinyal menjangkau wilayah kutub dan perkotaan

Target Kecepatan dan Cakupan Global

Menurut Starlink, satelit generasi berikutnya akan menawarkan 100 kali kepadatan data dibandingkan pendahulunya, yang seharusnya membantu pengguna dengan streaming lebih cepat dan penjelajahan web yang lancar. Kualitas panggilan suara juga diharapkan menjadi lebih reliabel berkat infrastruktur baru tersebut yang mendukung transmisi data lebih besar. Peningkatan kapasitas data yang signifikan ini dirancang untuk mendukung aktivitas digital yang lebih berat tanpa gangguan interrupsi yang mengganggu. Nicolls menambahkan bahwa konstelasi satelit V2 akan menawarkan cakupan lebih baik ke wilayah kutub Bumi yang selama ini terabaikan oleh provider lain.

Wilayah kutub tersebut selama ini dikenal memiliki cakupan tidak reliabel dengan jaringan tradisional yang ada di permukaan bumi. Nicolls mengatakan bahwa SpaceX merencanakan untuk mengirim lebih dari 50 satelit V2 pada setiap peluncuran SpaceX mulai pertengahan 2027 nanti. Mereka memiliki tujuan membangun konstelasi penuh dalam waktu enam bulan setelah peluncuran pertama dimulai secara serius. Rencana peluncuran massal ini menunjukkan skala operasi yang besar untuk mencapai target cakupan global secara cepat dan efisien.

Kemitraan Strategis di Eropa

Di luar konferensi pers MWC, Starlink juga mengumumkan kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi Jerman Deutsche Telekom untuk perluasan jaringan. Kemitraan ini akan membantu Deutsche Telekom mengatasi kesenjangan cakupan internet di Eropa menggunakan konstelasi Starlink yang semakin luas. Implementasi layanan ini dijadwalkan dimulai pada tahun 2028 untuk menjangkau area yang sebelumnya kosong sinyal di benua Eropa. Kolaborasi ini menargetkan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh penyedia layanan konvensional di benua tersebut karena hambatan geografis yang ekstrem.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Pengguna kini menunggu realisasi janji kecepatan 150 Mbps tersebut di lapangan pada tahun-tahun mendatang sesuai roadmap yang telah dipaparkan. Apakah infrastruktur satelit ini benar-benar mampu menyamai kenyamanan jaringan fiber optik di rumah Anda secara konsisten di semua kondisi cuaca? Masyarakat global kini memperhatikan apakah target enam bulan untuk konstelasi penuh dapat tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan oleh insinyur. Keberhasilan proyek ini akan menentukan masa depan konektivitas di wilayah paling terpencil di seluruh dunia tanpa terkecuali.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN