Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Komite House AS Majukan Undang-Undang Keamanan Anak Digital

Komite Energi dan Perdagangan House AS memilih meneruskan paket undang-undang keamanan anak termasuk KIDS Act dan verifikasi usia aplikasi.

(5 Maret 2026)
3 menit baca
US Capitol Building: Komite House AS Majukan Undang-Undang Keamanan Anak Digital
Ilustrasi Komite House AS Majukan Undang-Undang Keamanan Anak Digital.
IKLAN

Komite Energi dan Perdagangan DPR Amerika Serikat telah mengambil keputusan penting pada hari Kamis lalu. Anggota dewan memilih untuk meneruskan paket undang-undang keamanan anak menuju lantai House secara resmi. Langkah ini diambil setelah sesi pembahasan yang berlangsung selama berjam-jam sebelumnya di komite. Proses voting tersebut menandai kemajuan signifikan bagi regulasi keamanan digital di tingkat legislatif.

Situasi politik di dalam komite menunjukkan adanya perpecahan yang jelas antara kedua partai besar. Partai Demokrat dan Partai Republik tetap terpisah pandangan mereka meskipun voting telah selesai dilaksanakan. Tiga undang-undang spesifik kini telah lolos dari tahap komite untuk dibahas lebih lanjut oleh anggota dewan. Paket ini mencakup Undang-Undang Keamanan Internet dan Digital Anak atau KIDS Act sebagai prioritas utama.

Detail Paket Legislasi Keamanan Digital

Undang-Undang KIDS Act disponsori langsung oleh Anggota Kongres Brett Guthrie dari wilayah Kentucky. RUU ini dirancang untuk mencakup beberapa hukum keamanan anak dalam satu paket kebijakan yang komprehensif. Guthrie memimpin upaya ini sebagai representasi dari Partai Republik di House dalam sesi tersebut. Selain itu, ada Undang-Undang Sammy yang juga termasuk dalam paket yang disetujui oleh komite.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Ilustrasi ruang sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS dengan anggota dewan sedang melakukan voting
Ilustrasi: Ilustrasi ruang sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS dengan anggota dewan sedang melakukan voting

Undang-Undang Akuntabilitas Toko Aplikasi menjadi komponen kunci dalam paket legislasi ini bagi industri teknologi. Regulasi baru akan mewajibkan toko aplikasi untuk memperkenalkan sistem pembatasan usia atau age-gating secara wajib. Persyaratan ini menuntut platform digital untuk memverifikasi usia pengguna secara lebih ketat sebelum mengakses layanan. Implementasi age-gating menjadi mandat utama bagi penyedia layanan aplikasi.

Perbedaan Ketentuan dengan Versi Senat

KIDS Act mencakup versi pembaruan terbaru dari Undang-Undang Keamanan Anak Online atau KOSA yang ada. Pembaruan ini berasal dari update Partai Republik di House yang berbeda dengan versi milik Senat. Terdapat ketentuan sentral yang tidak disertakan dalam versi House dibandingkan dengan versi Senat sebelumnya. Ketentuan kewajiban perawatan atau duty of care menjadi poin pembeda utama antar versi undang-undang.

Provision duty of care sebelumnya menjadi pusat perhatian dalam versi undang-undang Senat yang dibahas. Penghapusan ketentuan ini menunjukkan perbedaan pendekatan legislatif antara kedua kamar kongres. House memilih untuk tidak memasukkan kewajiban tersebut dalam rumusan akhir mereka saat ini. Hal ini menciptakan perbedaan jelas antara proposal House dan Senat terkait tanggung jawab platform.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Paket undang-undang keamanan anak ini kini resmi menuju lantai House untuk tahap berikutnya. Perpecahan antara Demokrat dan Republik tetap terlihat jelas setelah sesi panjang tersebut berlangsung. Fokus regulasi kini tertuju pada verifikasi usia tanpa kewajiban perawatan spesifik bagi perusahaan. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa versi House sengaja menghilangkan ketentuan duty of care yang ada di Senat.

Dikutip dari The Verge

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN