Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Google dan Samsung Luncurkan Fitur AI yang Gagal Dirilis Apple

Gemini kini bisa pesan makanan dan panggil taksi di Pixel 10 serta Galaxy S26, mengisi kekosongan fitur Siri yang tertunda sejak 2024.

(25 Februari 2026)
3 menit baca
AI chat analysis feature: Google dan Samsung Luncurkan Fitur AI yang Gagal Dirilis Apple
Ilustrasi Google dan Samsung Luncurkan Fitur AI yang Gagal Dirilis App.
IKLAN

Mungkinkah asisten virtual benar-benar memahami perintah rumit manusia tanpa perlu dikoreksi berulang kali? Pertanyaan ini menghantui industri teknologi selama bertahun-tahun, terutama setelah janji-janji manis tentang kecerdasan buatan yang otonom sering kali kandas pada realitas penggunaan sehari-hari. Kini, Google dan Samsung menjawab keraguan tersebut dengan langkah konkret yang langsung menyasar tugas multitahap di ponsel pintar.

Google baru saja mengumumkan bahwa Gemini akan segera mampu menangani serangkaian tugas kompleks pada ponsel pengguna, seperti memesan makanan atau memanggil layanan transportasi. Kemampuan canggih ini akan hadir pertama kali pada perangkat Pixel 10, Pixel 10 Pro, dan seri Samsung Galaxy S26 yang baru diumumkan. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari sekadar chatbot menjadi agen digital yang dapat bertindak atas nama pengguna.

Skenario ini sangat mengingatkan kita pada apa yang pernah dijanjikan Apple untuk Siri dalam acara Worldwide Developers Conference (WWDC) tahun 2024 silam. Saat itu, raksasa teknologi dari Cupertino tersebut memamerkan visi asisten pribadi yang jauh lebih cakap. Namun, rencana ambisius itu terpaksa ditunda pada Maret 2025 dan hingga kini fitur-fitur tersebut belum juga dirilis ke publik, meninggalkan celah besar yang langsung diisi oleh kompetitornya.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Demonstrasi Langsung Kemampuan Agentic

Dalam presentasi di atas panggung, Sameer Samat, Presiden Android Google, mendemonstrasikan secara langsung bagaimana fitur agentic baru milik Gemini bekerja. Ia menunjukkan simulasi pengaturan pesanan makan malam pizza yang melibatkan dinamika grup keluarga yang sibuk melalui aplikasi percakapan. Samat memberikan perintah kepada Gemini untuk mengoordinasikan preferensi makan setiap anggota keluarga, memilih restoran, dan menyelesaikan transaksi pemesanan tanpa intervensi manual lebih lanjut.

Ilustrasi antarmuka ponsel pintar menampilkan percakapan grup keluarga dengan overlay asisten AI Gemini yang sedang memproses pesanan pizza secara otomatis
Ilustrasi: Ilustrasi antarmuka ponsel pintar menampilkan percakapan grup keluarga dengan overlay asisten AI Gemini yang sedang memproses pesanan pizza secara otomatis

Demonstrasi tersebut menonjolkan kemampuan sistem untuk memahami konteks sosial dan logistik sekaligus, sesuatu yang masih menjadi tantangan bagi asisten suara generasi sebelumnya. Gemini tidak hanya mendengarkan kata kunci, tetapi juga menavigasi alur kerja yang bercabang untuk mencapai tujuan akhir pengguna. Pendekatan ini mengubah cara interaksi manusia dengan perangkat mereka, dari instruksi satu per satu menjadi delegasi tugas yang utuh.

Kehadiran fitur ini pada lini produk Samsung Galaxy S26 menegaskan strategi kolaborasi erat antara Google dan mitra perangkat kerasnya. Integrasi mendalam ini memungkinkan akses data dan kontrol aplikasi yang lebih luas dibandingkan solusi berbasis cloud semata. Pengguna kedua merek ponsel tersebut akan menjadi yang pertama merasakan manfaat dari evolusi asisten digital ini dalam skala massal.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Dampak Persaingan Asisten Digital

Luncuran resmi fitur multitahap ini menciptakan tekanan kompetitif yang nyata bagi Apple, yang masih bergumul dengan penundaan pengembangan Siri. Ketertinggalan Apple dalam merilis fitur yang sudah dijanjikan setahun lalu berpotensi mengikis loyalitas pengguna yang mengharapkan fungsionalitas setara. Sementara pesaingnya bergerak maju dengan implementasi nyata, Apple menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan tanpa mengorbankan standar privasi dan keamanan yang mereka junjung tinggi.

Keberhasilan Google dan Samsung dalam menghadirkan kemampuan agen digital ini membuka babak baru dalam utilitas ponsel pintar. Perangkat tidak lagi sekadar alat komunikasi pasif, melainkan mitra aktif yang dapat mengelola urusan harian penggunanya secara efisien. Transisi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pengguna dengan mengurangi beban kognitif dalam mengelola tugas-tugas rutin yang memakan waktu.

Langkah ini secara langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh sebuah asisten virtual. Konsumen kini memiliki tolok ukur baru berupa tindakan nyata, bukan sekadar janji fitur masa depan. Dampak immediat dari pengumuman ini adalah pergeseran fokus industri dari pengembangan model bahasa besar menuju penciptaan agen otonom yang dapat dipercaya untuk menjalankan tugas dunia nyata.

Dikutip dari The Verge

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN