Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Era Kabel Bawah Laut Pertama Berakhir dengan Pengangkatan Massal

Insinyur mulai mencabut kabel serat optik transoseanik pertama dari dasar laut tahun lalu, menandai akhir sejarah infrastruktur internet awal tanpa gangguan hiu.

(23 Februari 2026)
4 menit baca
Shark entangled in cables: Era Kabel Bawah Laut Pertama Berakhir dengan Pengangkatan Massal
Ilustrasi Era Kabel Bawah Laut Pertama Berakhir dengan Pengangkatan Ma....
IKLAN

"Sejarah dibatalkan tahun lalu," demikian narasi yang menyertai langkah monumental para insinyur saat mereka memulai proyek raksasa untuk mencabut kabel serat optik transoseanik pertama dari dasar samudra. Aksi pembongkaran ini tidak hanya pekerjaan teknis biasa, tapi juga penutupan bab penting dalam evolusi konektivitas global yang pernah menjadi tulang punggung komunikasi dunia. Proyek pengangkatan massal ini dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan tidak ada sisa infrastruktur yang mengganggu ekosistem laut atau navigasi kapal di masa depan.

Kabel yang kini sedang ditarik naik ke permukaan tersebut merupakan pionir yang memungkinkan terciptanya internet global seperti yang kita kenal sekarang. Selama beberapa dekade, urat nadi digital ini telah menghantarkan data melintasi benua, menghubungkan miliaran manusia sebelum akhirnya digantikan oleh teknologi serat optik generasi baru yang jauh lebih cepat dan berkapasitas besar. Keberadaannya di dasar laut selama puluhan tahun membuktikan ketahanan rekayasa manusia, meskipun kini fungsinya telah usang dan berpotensi menjadi limbah bawah air jika dibiarkan.

Tantangan Teknis di Kedalaman Samudra

Proses pencabutan kabel dari kedalaman laut menghadirkan tantangan teknik yang kompleks dibandingkan saat pemasangannya dahulu. Tim insinyur harus menggunakan kapal khusus equipped dengan peralatan hidrolik canggih untuk menarik kabel yang mungkin sudah rapuh termakan usia dan tekanan air tinggi. Setiap tarikan memerlukan perhitungan matang agar kabel tidak putus di tengah jalan, yang justru akan menyisakan potongan-potongan berbahaya di dasar laut. Operasi ini menuntut koordinasi ketat antara navigator kapal, operator mesin, dan tim survei bawah air untuk memetakan jalur kabel secara real-time.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Selain faktor teknis, aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam eksekusi proyek bersejarah ini. Ada kekhawatiran awal mengenai potensi gangguan terhadap kehidupan laut, termasuk interaksi dengan predator puncak seperti hiu yang sering dikaitkan dengan kerusakan kabel di masa lalu. Namun, laporan lapangan menegaskan bahwa operasi pengangkatan ini berjalan lancar tanpa insiden signifikan yang melibatkan hewan laut. Fokus utama tetap pada pemulihan kondisi dasar laut agar kembali alami setelah lebih dari separuh abad ditempati infrastruktur buatan manusia.

Warisan Infrastruktur Digital Global

Penghapusan fisik kabel pertama ini simbolis bagi industri telekomunikasi yang terus bergerak dinamis meninggalkan teknologi lama. Apa yang dulu dianggap sebagai keajaiban teknologi tertinggi, kini berubah menjadi benda usang yang harus dimusnahkan dengan prosedur ketat. Siklus hidup infrastruktur digital ternyata memiliki fase akhir yang nyata, berbeda dengan persepsi banyak orang yang menganggap dunia maya sepenuhnya tanpa wujud fisik. Fakta bahwa kita masih perlu melakukan operasi laut skala besar untuk membersihkan jejak internet generasi pertama menunjukkan betapa masifnya dampak fisik dari revolusi digital.

Di Indonesia, pelajaran dari proyek ini relevan mengingat posisi strategis negara kepulauan sebagai titik persilangan banyak kabel bawah laut internasional. Pemahaman tentang siklus hidup infrastruktur ini penting bagi regulator dan penyedia layanan untuk merencanakan mitigasi limbah teknologi di masa depan. Kita tidak bisa hanya fokus pada pemasangan kabel baru tanpa memikirkan strategi pensiun dini dan daur ulang komponen ketika teknologi tersebut mencapai akhir masa pakainya.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Fakta mengejutkan terungkap bahwa kabel pertama yang dicabut ini memiliki diameter dan berat yang jauh lebih besar dibandingkan standar kabel modern, karena desainnya yang kurang efisien namun sangat kokoh. Material pelindung baja yang digunakan pada kabel perdana tersebut ternyata masih dalam kondisi utuh meski telah terendam air asin selama puluhan tahun, sebuah bukti ketahanan material era sebelum dominasi plastik polimer ringan. Sisa material baja ini kini diproses ulang untuk keperluan industri lain, menutup lingkaran hidup infrastruktur dengan prinsip daur ulang yang jarang disadari publik.

Dikutip dari Wired

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN