Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

CEO Hasbro: Optimus Prime dan Peppa Pig Kini Jadi Desainer AI

Chris Cocks ungkap strategi Hasbro menggunakan AI untuk desain mainan, shift pasar ke dewasa, dan tantangan manufaktur di tengah ketidakpastian tarif global.

(5 hari yang lalu)
5 menit baca
Chris Cocks, Hasbro CEO: CEO Hasbro: Optimus Prime dan Peppa Pig Kini Jadi Desainer AI
Ilustrasi CEO Hasbro: Optimus Prime dan Peppa Pig Kini Jadi Desainer A.
IKLAN

"Optimus Prime dan Peppa Pig kini membantu kami merancang produk mereka sendiri," ujar Chris Cocks, CEO Hasbro, dalam sebuah wawancara terbaru yang membahas masa depan industri mainan. Pernyataan ini mengungkapkan integrasi kecerdasan buatan secara mendalam dalam proses kreatif perusahaan mainan raksasa tersebut tanpa menggantikan peran manusia sepenuhnya. Karakter fiksi populer itu diprogram menjadi co-designer yang memberikan masukan mengenai autentisitas kepada tim manusia untuk menjaga kualitas merek. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam cara perusahaan mendekati pengembangan produk mainan fisik di tengah persaingan ketat.

Cocks mengakui bahwa teknologi NFT yang sempat menjadi pembahasan utama tiga tahun lalu kini dianggap tidak relevan bagi perusahaan karena tidak memberikan nilai nyata. Ia menyebut bentuk teknologi koleksi digital sebelumnya tersebut sebagian besar tidak menghasilkan apa-apa secara nyata bagi bisnis inti operasional mereka. Fokus Hasbro kini beralih sepenuhnya pada utilitas AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan desain produk fisik yang lebih cepat. Perubahan prioritas ini mencerminkan evaluasi realistis terhadap tren teknologi yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Ilustrasi ruang desain digital Hasbro dengan layar komputer menampilkan model 3D karakter Transformers dan Peppa Pig yang sedang dianalisis
Ilustrasi: Ilustrasi ruang desain digital Hasbro dengan layar komputer menampilkan model 3D karakter Transformers dan Peppa Pig yang sedang dianalisis

Penggunaan alat desain berbasis kecerdasan buatan memangkas waktu pengembangan produk secara drastis dari bulan menjadi minggu dalam proses produksi. Proses yang sebelumnya membutuhkan dua hingga tiga bulan kini dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga minggu saja berkat teknologi baru. Tim desain mampu menghasilkan prototipe berkualitas tinggi untuk disajikan kepada mitra lisensi seperti Netflix dengan lebih cepat dan efisien. Kecepatan ini memungkinkan respons lebih tanggap terhadap tren pasar yang berubah dengan sangat dinamis setiap harinya.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Strategi Pasar Dewasa dan Efisiensi Operasional

Hasbro secara sengaja menggeser fokus pasar mereka menuju konsumen dewasa yang memiliki daya beli lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidak memiliki uang. Cocks mencatat bahwa jumlah anak yang lahir lebih sedikit dibandingkan satu atau dua dekade lalu di pasar Barat seperti Amerika Serikat dan Eropa. Perusahaan mengimplementasikan strategi bernama GEM Squared yang menekankan aspek gamified, entertainment-driven, multipurchase, dan multi-generational sebagai dasar alokasi modal utama. Hierarki ini memastikan investasi jatuh pada sektor dengan potensi margin laba operasional tertinggi bagi merek pertumbuhan jangka panjang.

Perusahaan mengestimasi penghematan hingga lebih dari satu juta jam kerja manusia berkat adopsi AI sepanjang tahun ini untuk berbagai tugas operasional. Waktu yang dihemat dari tugas administratif seperti pemrosesan pesanan dialihkan kembali untuk inovasi produk dan layanan pelanggan yang lebih baik. Namun, Cocks menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan pekerjaan kreatif manusia secara keseluruhan dalam struktur organisasi perusahaan saat ini. Alat ini berfungsi sebagai peningkat produktivitas yang memungkinkan staf fokus pada pekerjaan bernilai lebih tinggi bagi konsumen.

Tantangan Manufaktur dan Ekspansi Game Digital

Tantangan manufaktur global tetap menjadi perhatian utama di tengah ketidakpastian tarif perdagangan internasional yang fluktuatif dan sulit diprediksi. Sekitar 35 hingga 40 persen produksi Hasbro berada di Amerika Serikat, terutama untuk kategori permainan papan dan kartu trading. Divisi game digital menjadi pilar penting dengan judul seperti Monopoly Go yang menjadi game mobile terbesar di dunia saat ini. Hasbro juga menyiapkan rilis game original bernama Exodus yang dijadwalkan tayang pada paruh pertama tahun depan untuk ekspansi.

Baca juga: Spotify Taste Profile: Pengguna Kini Kendalikan Algoritma Musik

Manajemen properti intelektual juga menghadapi dinamika hubungan dengan penggemar dan pencipta asli di tengah budaya internet modern yang sangat terbuka. Cocks menyebutkan kesepakatan distribusi merchandise Harry Potter untuk beberapa tahun ke depan meskipun ada kontroversi seputar penulisnya yang terkenal. Ia berpendapat bahwa perusahaan harus memisahkan karya seni dari senimannya demi menjaga keberlangsungan franchise bagi penggemar setia. Pendekatan ini dipilih untuk tetap melayani inti penggemar yang loyal pada cerita tersebut tanpa terlibat politik pencipta.

Grafik perbandingan pertumbuhan industri musik pasca layanan berbagi file Napster dengan adaptasi industri game modern terhadap AI
Ilustrasi: Grafik perbandingan pertumbuhan industri musik pasca layanan berbagi file Napster dengan adaptasi industri game modern terhadap AI

Pendekatan adaptasi ini mirip dengan cara industri musik menghadapi layanan berbagi file pada tahun 2000-an lalu yang sempat mengancam pendapatan artis. Saat itu banyak pihak memprediksi kematian industri musik, namun sektor tersebut justru menjadi lebih profitable sekarang setelah menemukan model bisnis baru. Hasbro berharap dapat menemukan model bisnis yang sama untuk menghadapi gelombang konten buatan pengguna dan kecerdasan buatan yang disruptif. Keyakinan ini didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi sepanjang sejarah operasional mereka yang panjang.

Sejarah menunjukkan teknologi baru sering kali disalahpahami sebelum menemukan bentuk utilitas yang tepat bagi industri kreatif global. NFT pernah dianggap masa depan koleksi digital sebelum akhirnya meredup digantikan oleh aplikasi AI yang lebih praktis dan fungsional bagi desainer. Siklus ini mengingatkan pada transisi industri hiburan sebelumnya yang selalu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen secara berkelanjutan tanpa henti. Hasbro bertaruh pada kemampuan adaptasi ini untuk mempertahankan relevansi merek mereka di abad kedua operasional perusahaan mainan ini.

Dikutip dari The Verge

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN