Ainesia
Ainesia
IKLAN
Gadget & Hardware

Arc Raiders Ganti Sebagian Suara AI dengan Aktor Manusia

Embark Studios merekam ulang dialog game Arc Raiders menggunakan aktor profesional setelah kritik pemain terhadap teknologi text-to-speech.

(3 jam yang lalu)
3 menit baca
Soldier in combat scene: Arc Raiders Ganti Sebagian Suara AI dengan Aktor Manusia
Ilustrasi Arc Raiders Ganti Sebagian Suara AI dengan Aktor Manusia.
IKLAN

Hampir setengah juta pengguna memadati platform Steam saat peluncuran game Arc Raiders pada Oktober lalu. Angka puncak populasi pemain tersebut mencatat kesuksesan besar bagi Embark Studios dalam waktu singkat. Namun pencapaian impresif ini ternoda oleh kontroversi penggunaan teknologi suara buatan dalam produksi game. Pemain menemukan garis dialog tertentu dihasilkan oleh sistem text-to-speech alih-alih aktor manusia.

Patrick Söderlund selaku CEO Embark Studios akhirnya mengakui adanya perbedaan kualitas yang signifikan antara kedua metode tersebut. Ia memberikan keterangan langsung kepada media GamesIndustry.biz terkait keputusan studio untuk merekam ulang sebagian dialog. Studio memutuskan mengganti suara mesin dengan suara aktor profesional hanya setelah game rilis dan menerima respons pasar. Langkah korektif ini diambil demi menjaga kualitas pengalaman bermain bagi pengguna setia.

Kualitas Aktor Manusia Tetap Unggul

Söderlund menyatakan dengan tegas bahwa aktor nyata memang lebih baik daripada kecerdasan buatan dalam konteks ini. Pernyataan tersebut keluar setelah studio mendengarkan keluhan komunitas mengenai immersion yang terganggu. Meskipun tidak ada AI generatif yang digunakan untuk visual permainan, bagian audio menjadi titik kritis perhatian publik. Embark Studios sebenarnya sudah membayar para aktor untuk persetujuan lisensi suara mereka bagi teknologi sintesis.

Baca juga: Aether OS: Sistem Operasi Desktop di Dalam Browser

Ilustrasi studio rekaman suara profesional dengan mikrofon kondensor dan layar komputer menampilkan gelombang audio digital
Ilustrasi: Ilustrasi studio rekaman suara profesional dengan mikrofon kondensor dan layar komputer menampilkan gelombang audio digital

Pembayaran tersebut mencakup izin penggunaan vokal mereka untuk sistem text-to-speech sesuai penjelasan Söderlund. Teknologi itu awalnya dialokasikan untuk baris dialog yang dianggap tidak terlalu esensial bagi immersion pengalaman. Banyak pemain tetap tidak senang dengan keputusan kreatif awal tersebut meskipun ada kompensasi bagi aktor. Kritik keras memaksa studio untuk seemingly reversing course dan mengandalkan lebih banyak aktor suara manusia.

Tidak Semua Suara Buatan Dihapus

Studio berencana terus membawa kembali banyak aktor seiring mereka melanjutkan pembaruan game secara berkala. Söderlund menegaskan bahwa mereka akan membayar aktor untuk waktu yang dihabiskan di booth rekaman. Proses penggantian ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas audio berdasarkan umpan balik langsung dari komunitas. Para pengembang kini lebih memprioritaskan kinerja manusia untuk elemen naratif yang krusial.

Penting untuk dicatat bahwa Söderlund menyebutkan hanya sebagian garis dialog yang diganti oleh aktor suara. Kata beberapa mengindikasikan bahwa studio tidak berencana membuang total teknologi text-to-speech dalam waktu dekat. Beberapa elemen audio masih akan mengandalkan efisiensi sistem otomatis untuk dialog pendukung. Keseimbangan antara biaya produksi dan kualitas artistik masih menjadi pertimbangan utama manajemen.

Baca juga: ByteDance Bekukan Peluncuran Global AI Video Seedance 2.0

Artikel ini awalnya muncul di Engadget dengan menyoroti perubahan arah produksi yang jarang terjadi di industri game modern. Sumber berita menyebut situasi ini sebagai putaran yang tidak terduga di mana manusia mengambil kembali sebagian pekerjaan dari AI. Narasi otomatisasi yang biasanya menggantikan peran manusia justru mengalami pembalikan dalam kasus Arc Raiders ini. Sejarah industri teknologi sering mencatat tren efisiensi yang mengorbankan elemen manusia, namun kasus ini menjadi pengecualian nyata.

Dikutip dari Engadget

Bagikan artikel ini

Komentar

IKLAN